Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Triple Planetary Crisis', Tantangan dalam Mencapai SDGs

📅 Selasa, 07 Nov 2023, 00:03 WIB | Oleh:
“Triple Planetary Crisis', Tantangan dalam Mencapai SDGs Doc: ISTIMEWA
Ket. SUHARSO MONOARFA Kepala Bappenas - Ketersediaan air sangat penting untuk pertanian, demikian pula dengan energi yang tidak hanya dibutuhkan untuk menggerakkan sistem irigasi, tapi juga untuk mengolah hasil panen.

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyampaikan bahwa triple planetary crisis (ancaman perubahan iklim, peningkatan polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati) menjadi tantangan dalam upaya mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam Konferensi Tahunan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs Annual Conference (SAC) 2023 di Yogyakarta, Senin (6/11), mengatakan masih banyak tantangan di sejumlah wilayah, baik dari sisi aspek sosial, ekonomi, lingkungan, maupun tata kelola dalam situasi yang bergerak dinamis.

"Kita sama-sama pahami bahwa hari ini kita di seluruh dunia menghadapi triple planetary crisis, yakni ancaman perubahan iklim, peningkatan polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati," kata Suharso.

Ancaman perubahan iklim, jelasnya, berdampak pada kelangkaan air serta penurunan produktivitas pertanian.

Di Indonesia, diprediksi terjadi penurunan curah hujan tahunan sekitar 1-4 persen selama periode 2020-2034. Hal itu akan berimplikasi terhadap potensi kekeringan, ketersediaan air yang berkurang, dan memicu konflik kebutuhan air.

Produksi padi pun berpotensi mengalami penurunan karena pergeseran musim dan puncak hujan yang menyebabkan metode tanam berubah, sehingga mempengaruhi tingkat produksi.

"Ketahanan pangan, energi, dan air saling terkait satu dengan yang lain, yang saat ini dikenal dengan the nexus of food, energy and water. Ketersediaan air sangat penting untuk pertanian, demikian pula dengan energi yang tidak hanya dibutuhkan untuk menggerakkan sistem irigasi, tapi juga untuk mengolah hasil panen, memproses makanan, hingga berbagai peralatan smart and radiation farming yang saat ini diharapkan dapat membantu peningkatan produktivitas pertanian modern agar hemat air," ungkap Suharso seperti dikutip dari Antara.

Terkait kondisi ketahanan pangan di Indonesia, dapat dilihat dari tingkat konsumsi pangan rumah tangga. Angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan pada tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 10,21 persen. Peningkatan itu terjadi pada kategori penduduk dengan pengeluaran 40 persen terbawah dibandingkan kelompok terkaya, terutama pada kelompok rentan, seperti lansia, penduduk dengan disabilitas, dan anak-anak.

Sulit Terurai

Menanggapi peningkatan polusi dalam triple planetary crisis, pakar lingkungan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Warmadewanthi, mengatakan risiko penggunaan plastik sekali pakai menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan karena rawan mencemari air yang merupakan kebutuhan dasar manusia.

"Sampah plastik sangat berbahaya bagi lingkungan karena sulit terurai. Barang ini mudah didapat dan lumrah digunakan, tapi nyatanya memang menimbulkan sejumlah pencemaran lingkungan yang harus segera diupayakan pengelolaannya," kata Warmadewanthi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

37 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.