Sentimen Eksternal Dominan

Selasa, 07 Nov 2023, 08:29 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren positif, hari ini (7/11), meskipun data pertumbuhan ekonomi nasional melambat di bawah ekspektasi pasar. Pergerakan IHSG bakal digerakkan oleh rilis data neraca perdagangan Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Selasa (6/11), bergerak melanjutkan penguatannya dengan support 6.753 dan resistance 6.901.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/11) sore, ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global. IHSG ditutup menguat 89,99 poin atau 1,33 persen ke posisi 6.878,84. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 14,70 poin atau 1,63 persen ke posisi 918,85.

"IHSG dan bursa regional Asia menguat setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tumbuh melambat, aktivitas sektor jasa AS menurun," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, kemarin.

Institute of Supply Management (ISM) Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) AS turun dari 50,9 menjadi 50,6, dan tingkat pengangguran naik menjadi 3,9 persen dari sebelumnya 3,8 persen. Data tersebut memberikan sinyal perlambatan pertumbuhan AS, sehingga meningkatkan harapan pasar bahwa The Fed akan menahan kebijakan kenaikan suku bunganya.

Selain itu, pasar menyambut positif janji Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang, Minggu (5/11), bahwa Tiongkok akan memperluas akses ke pasar dan meningkatkan impor yang telah mengalami penurunan tahun ini. Tiongkok juga berjanji mendorong keterbukaan, dengan inklusivitas dan pembagian keuntungan yang lebih besar, serta melindungi hak dan kepentingan investor asing sesuai dengan hukum.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.