Rupiah Boleh Rontok, Harga BBM Subsidi Tak Dinaikkan
Rabu, 20 Mei 2026, 07:16 WIBJAKARTA â Mungkin untuk mengambil hati mayoritas warga, maka Pemerintah tak menaikkan harga BBM bersubsidi, meski rupiah rontok.Â
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, meskipun harga minyak mentah Indonesia naik disertai nilai tukar rupiah yang melemah.
âTidak akan naik. Insyaallah, ya, doanya, tidak akan kita naikkan (harga BBM subsidi),â ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.
Bahlil menyampaikan, meskipun rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel, harga BBM bersubsidi tetap aman.
Ia merujuk kepada rata-rata harga minyak mentah Indonesia dari Januari 2026 yang belum menyentuh batas 100 dolar AS per barel.
âRata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80â81 dolar AS dari bulan Januari sampai sekarang. Jadi, belum sampai 100 dolar AS,â kata Bahlil.
Oleh karena itu, Bahlil kembali menekankan bahwa harga BBM bersubsidi masih aman hingga akhir tahun 2026. âSemoga sampai akhir tahun,â ucapnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel.
Harga tersebut melonjak 15,05 dolar AS dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 102,26 dolar AS per barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Selain faktor geopolitik, pertumbuhan ekonomi China pada triwulan I 2026 yang mencapai 5 persen secara tahunan turut memberikan sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia.
Lebih lanjut, Laode menambahkan, meskipun harga minyak dunia masih berpotensi mengalami tekanan akibat kondisi geopolitik global, terdapat beberapa faktor yang dapat menahan kenaikan harga.
Faktor itu di antaranya proyeksi penurunan permintaan minyak global pada triwulan II 2026 yang diperkirakan sebesar 5 juta barel per hari secara tahunan (year on year) dan potensi terbukanya kembali jalur diplomasi damai antara Iran dan Amerika Serikat.
- Harga BBM
- BBM Pertalite
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Fantastis! Latihan Militer Multinasional Kerahkan 5 Kapal Selam dan 190 Pesawat
-
Jember Fashion Carnaval ke-24 Usung Tema HEAL, Serukan Harmoni Manusia dan Alam
-
Korlantas Polri Ingatkan Tak Tutupi Pelat Nomor, Bisa Didenda Rp500 Ribu!
-
Naomi Osaka Bangkit dan Lolos ke Semifinal Washington Open, Bidik Gelar Pertama Setelah Lima Tahun
-
Musim Kemarau Bawa Berkah, Omzet Perajin Tirai Sawit di Lebak Melonjak 100 Persen
-
Berantas Pungli di Objek Wisata, Cianjur Perkuat Citra Destinasi Ramah Wisatawan
-
Penyebab Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Belum Dipastikan, Polda Jatim Tunggu Hasil Uji Laboratorium
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.