Rupiah Kian Terkikis Sepanjang 2026: Ketika Sentimen Global Mengalahkan Fundamental Domestik

Jumat, 01 Mei 2026, 07:10 WIB

JAKARTA – Pelemahan Rupiah hingga mendekati 3,5 persen sepanjang empat bulan pertama tahun ini mencerminkan dominasi tekanan eksternal dalam pembentukan nilai tukar.

Eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel, mendorong ketidakpastian global dan meningkatkan preferensi investor terhadap aset safe haven, sehingga memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

Ket. Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dhemas Reviyanto

Hingga 30 April 20206, kurs rupiah terhadap dollar AS melemah 575 poin atau sekitar 3,43 persen menjadi Rp17.346 per dolar AS dari penutupan pada akhir Desember 2025 sebesar Rp16.771 per dollar AS.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (30/4), melemah 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.346 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.326 per dolar AS.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini dipicu Presiden AS Donald Trump bersiap untuk blokade angkatan laut yang berkepanjangan terhadap Iran.

“Kekhawatiran atas skenario tersebut diperparah oleh laporan bahwa beberapa eksekutif minyak Amerika terkemuka bertemu dengan Trump di Gedung Putih untuk membahas bagaimana membatasi dampak konflik terhadap masyarakat Amerika,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Blokade angkatan laut yang berkepanjangan dianggap kemungkinan akan membuat Iran terus memblokir Selat Hormuz sebagai pembalasan karena menunjukkan gangguan pasokan minyak global yang lebih besar.

Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz disebut telah melambat sejak Iran memblokir jalur tersebut pada akhir Februari 2026, yang mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Namun, sebuah laporan pada Rabu (29/1) menunjukkan Trump mencari bantuan dari negara lain untuk membentuk koalisi internasional baru guna membuka kembali jalur air tersebut.

“Trump telah berulang kali meminta negara lain untuk membantu membuka kembali Hormuz, meskipun sekutu utama AS sebagian besar menolak untuk membantu. Ia terlihat mengecam anggota NATO karena tidak membantu AS dan Israel secara militer selama konflik tersebut,” ujar dia.

Perundingan antara AS dan Iran sebagian besar gagal di tengah ketidaksepakatan mengenai aktivitas nuklir Iran. Meskipun Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, lanjutnya, kedua pihak sebagian besar menolak upaya apa pun untuk menengahi pembicaraan.

“Selain itu, Ketua Fed Jerome Powell mengucapkan selamat kepada Kevin Warsh karena telah melewati tahap pertama dalam perjalanannya untuk menjadi penggantinya sebagai Ketua Fed. Ia mengatakan bahwa ia akan tetap menjabat sebagai gubernur sampai tekanan politik mereda, dan menambahkan bahwa 'independensi Fed berada dalam risiko,' ungkap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis ini juga bergerak melemah ke level Rp17.378 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.324 per dolar AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.