Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Upaya Berikan Efek Jera, Wali Kota Semarang Ingin Pelaku Kekerasan Anak Dihukum Berat

📅 Kamis, 02 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Upaya Berikan Efek Jera, Wali Kota Semarang Ingin Pelaku Kekerasan Anak Dihukum Berat Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Semarang - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berharap pelaku kekerasan seksual terhadap seorang bocah perempuan hingga meninggal di Kemijen, Semarang, dihukum dengan berat.

"Saya mengutuk keras, kok kayak kurang gawean (kerjaan). Apa tidak kasihan terhadap korban, pelaku ini perlu dituntut seberat-beratnya," kata Ita, sapaan akrab Hevearita di Semarang, Rabu.

Ia meminta kepolisian mengusut kasus tersebut agar bisa menemui titik terang pelaku dan motifnya sehingga pelaku bisa dihukum seberat-beratnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Terus terang, ia mengaku sangat prihatin dengan terjadinya kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, apalagi kasus semacam ini tidak hanya sekali terjadi.

Menurut dia, berulangnya kasus tersebut harus menjadi perhatian bersama, baik dari pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat, termasuk juga dari peran lingkungan sekolah.

"Mestinya dengan program yang kami buat ini, orang tua bisa memberikan edukasi, kalau hanya sekolah saja tidak cukup," kata perempuan pertama yang menjadi Wali Kota Semarang itu.

Sebagai seorang perempuan, ia menekankan peran ibu agar meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan, mengingat dalam beberapa kasus banyak predator seksual yang justru dari kalangan orang terdekat.

"Kadang-kadang tidak mengetahui ada sesuatu hal yang, mohon maaf menyimpang, jangan ditinggalkan sendirian. Ada saudara sekandung, ayah, dan tetangga (yang mungkin saja bisa menjadi pelaku, red.)," ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang saat ini memiliki program khusus untuk menerima aduan dan memberikan pendampingan terhadap para korban, yakni Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM).

"Pendampingan selalu kami berikan, tetapi ini untuk melindungi korban memang tidak diekspose. Tetapi, Alhamdulillah Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) ini sangat berperan," katanya.

Dalam upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak, kata dia, RDRM akan melibatkan rumah sakit, psikolog, hingga perguruan tinggi sehingga dapat menyentuh persoalan dari hulu sampai hilir.

"Kalau saya komunikasi dengan kepolisian, mereka (pelaku) kebanyakan terpengaruh dari film-film porno. Di sini saya sebenarnya juga berharap Dinas Kominfo dapat membersihkan konten-konten tersebut," katanya.

Sebagaimana diwartakan, polisi tengah menyelidiki kematian DK (12), warga Kemijen, Semarang yang diduga meninggal dunia secara tidak wajar dengan kondisi luka di bagian alat vital korban.

Kasus itu diketahui ketika dokter rumah sakit (RS) menerima pasien dalam kondisi meninggal, dan setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan luka di organ vital korban sehingga dilaporkan ke polisi.

Kasus itu kini ditangani Polrestabes Semarang, dan tiga orang telah diperiksa menjadi saksi atas kematian korban, yakni ibu, ayah, dan kakak kandung korban yang masih berusia 18 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.