Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dian Sastrowardoyo Jadi Antisosial Selama 6 Bulan Demi 'Gadis Kretek'

📅 Rabu, 01 Nov 2023, 18:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dian Sastrowardoyo Jadi Antisosial Selama 6 Bulan Demi 'Gadis Kretek' Doc: ANTARA/Putu Indah Savitri
Ket. Dian Sastrowardoyo

Aktris Dian Sastrowardoyo yang memerankan Dasiyah dalam serial Gadis Kretek mengatakan bahwa dirinya menjadi sosok yang antisosial atau "ansos" selama enam bulan demi mendalami perannya sebagai sosok pendiam.

"Saya berhenti ketemu sama temen-temen saya sekitar enam bulan. Saya berhenti bersosialisasi," ujar Dian dalam konferensi pers Gadis Kretek di Jakarta, Rabu (1/11).

Bahkan, Dian Sastro berhenti melakukan aktivitas olahraga kesukaannya, seperti lari dan tenis. Hal tersebut ia lakukan untuk melatih gestur tubuhnya guna menyesuaikan dengan gerak-gerik perempuan pada zaman itu.

"Di mana perempuan itu nggak terlalu banyak aktivitasnya atau olahraga lari itu kan nggak mungkin banget," kata Dian.

Lebih lanjut, aktris yang pernah berperan sebagai Kartini ini juga berhenti mendengarkan musik modern selama mendalami peran sebagai Dasiyah.

"Saya cuma dengerin musik gamelan sama musik klasik aja buat beberapa bulan," ujar pemeran Cinta dalam film Ada Apa dengan Cinta? ini.

Berbagai persiapan tersebut ia lalui karena merasa persona Dasiyah yang pendiam sangatlah berbeda dari dirinya yang senang menghabiskan waktu dengan bersosialisasi. Oleh karena itu, Dian Sastro menjadikan kesempatan ini untuk mengeksplor lebih jauh mengenai pendekatan-pendekatan terbaik yang dapat ia tempuh untuk mendalami karakter Dasiyah.

"Untuk masuk ke situ (karakter) tuh pertama-tama depresi banget, sementara aku kan orang yang seneng hangout sama temen-temen, pergi jalan-jalan. Jadi, buat aku, ini sesuatu yang jauh banget dari diri aku," kata Dian.

Serial Gadis Kretek telah diputar perdana di Busan International Film Festival ke-28 di Korea Selatan, dan ditayangkan secara eksklusif di platform streaming Netflix mulai 2 November 2023.

Serial ini bercerita tentang perjalanan cinta dan penemuan jati diri seorang perajin berbakat dimulai saat ia menentang tradisi industri rokok kretek di Indonesia pada tahun 1960-an. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.