Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layanan Taksi Robot dalam Proses Penyempurnaan

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Dengan itu, mobil dapat mengatasi lingkungan yang kompleks. Mereka juga mengandalkan jaringan sensor yang luas, termasuk kamera, detektor suara, dan lidar berbasis laser. Sensor-sensor ini semuanya membantu menempatkan kendaraan di dalam jalur peta dan mengirim informasi secarareal-timemengenai cuaca, pejalan kaki yang lewat, konstruksi, dan kondisi jalan lainnya.

"Dari sana, algoritma pembelajaran mesin yang dilatih pada kumpulan besar data berkendara yang dimodelkan dan di dunia nyata menerjemahkan peta kendaraan dan informasi sensor menjadi proyeksi tentang apa yang mungkin dilakukan oleh mobil, orang, atau pengendara sepeda di sekitar," kata Vasudevan.

Kecerdasan Buatan

Menurut insinyur perangkat lunak Waymo, Josh Herbach, mengatakan operator pemrograman kecerdasan buatan tambahan memberi tahu kendaraan otonom cara bergerak, sementara pedoman yang telah ditetapkan memastikan AV mengikuti peraturan lalu lintas. Jika terjebak dalam situasi yang sulit, operator manusia dapat memandunya dari jarak jauh untuk melakukan tindakan yang tepat dari meja di pusat kendali.

Sedangkan perusahaan robotaxi Waymo dan Cruise mengklaim bahwa kendaraan otonom (autonomous vehicles/AV) yang dimiliki lebih aman daripada pengemudi manusia. Kedua perusahaan telah merilis data yang mereka klaim mendukung hal ini, di antaranya dari beberapa peneliti dari luar perusahaan.

"Namun kenyataannya mungkin tidak sesederhana yang terlihat dari statistik perusahaan," kata Steven Shladover, seorang insinyur di Universitas California, Berkeley, yang telah mempelajari otomatisasi kendaraan selama 50 tahun, dikutipScientific American.

"Saya rasa belum cukup data yang tersedia bagi publik, termasuk peneliti seperti saya, untuk dapat menilai keamanan relatif," tambah Shladover.

Menurut dia perusahaan kendaraan otonom tidak membagikan semua data yang mereka kumpulkan. Seringkali kejadian negatif baru terungkap jika direkam atau diposting di media sosial. Bahkan data tentang pengemudi manusia tidak lengkap karena hanya mencakup tabrakan besar.

Data yang dirilis dapat dengan mudah memiliki kelemahan karena untuk membandingkan taksi robot dengan manusia secara akurat, perlu memperhitungkan berapa mil jarak tempuh yang dicapai dan dalam kondisi apa data yang sebenarnya tidak ada.

Namun yang jelas jumlah kendaraan yang mengalami kecelakaan lebih banyak dibandingkan kendaraan otonom. Diperkirakan lebih dari 100 juta orang mengemudi di jalan raya AS setiap hari, dibandingkan dengan hanya ratusan taksi tanpa pengemudi yang beroperasi.

Shaldover mengatakan, melihat perkiraan berapa jam mengemudi yang dilakukan orang secara nasional, kecelakaan yang melibatkan pengemudi manusia sebenarnya merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi dibandingkan dengan jumlah total waktu yang dihabiskan manusia di jalan. Data dari Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (National Highway Traffic Safety Administration) tampaknya mendukung hal ini. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.