Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pisau Bergigi Hiu Berusia 7.000 Tahun Ditemukan di Sulawesi

📅 Senin, 30 Okt 2023, 13:11 WIB | Oleh: Tim Penulis

Memang, satu-satunya aspek negatifnya adalah gigi tersebut relatif cepat tumpul - bahkan cenderung terlalu cepat sehingga tidak dapat digunakan sebagai pisau sehari-hari.

Fakta ini, serta fakta bahwa gigi hiu dapat menimbulkan luka yang dalam, mungkin menjelaskan mengapa bilah gigi hiu hanya digunakan sebagai senjata ketika terjadi konflik dan kegiatan ritual di masa sekarang dan masa lalu.

Pisau bergigi hiu belakangan ini

Banyak masyarakat di seluruh dunia telah mengintegrasikan gigi hiu ke dalam budaya material mereka. Secara khusus, masyarakat yang tinggal di pesisir pantai (dan aktif melakukan penangkapan ikan hiu) cenderung menggunakan lebih banyak gigi ke dalam beragam peralatan.



Pengamatan terhadap masyarakat saat ini menunjukkan bahwa, ketika tidak digunakan untuk menghiasi tubuh manusia, gigi hiu hampir secara universal digunakan untuk membuat pisau untuk konflik atau ritual - termasuk ritual pertarungan.

Misalnya, pisau tempur yang ditemukan di seluruh Queensland utara, Australia, memiliki satu bilah panjang yang terbuat dari sekitar 15 gigi hiu yang ditempatkan satu per satu pada batang kayu keras berbentuk oval, dan digunakan untuk menyerang bagian panggul atau pantat lawan.

Senjata, termasuk tombak, pisau, dan pentungan yang dipersenjatai dengan gigi hiu diketahui berasal dari daratan Nugini dan Mikronesia, sedangkan tombak merupakan bagian dari kostum berkabung di Tahiti.

Lebih jauh ke timur, masyarakat Kiribati terkenal dengan belati, pedang dan tombak bergigi hiu, yang tercatat telah digunakan dalam konflik yang sangat ritual dan sering kali berakibat fatal.

Gigi hiu yang ditemukan dalam konteks arkeologi Maya dan Meksiko secara luas dianggap telah digunakan untuk ritual pertumpahan darah, dan gigi hiu diketahui telah digunakan sebagai pisau tato di Tonga, Aotearoa Selandia Baru, dan Kiribati.

Di Hawaii, apa yang disebut "pemotong gigi hiu" digunakan sebagai senjata tersembunyi dan untuk "memotong kepala suku yang mati dan membersihkan tulang mereka sebagai persiapan menghadapi pemakaman adat".

Temuan arkeologis gigi hiu lainnya

Hampir semua artefak gigi hiu yang ditemukan secara global telah diidentifikasi sebagai hiasan, atau ditafsirkan demikian.

Memang, gigi hiu yang dimodifikasi telah ditemukan dari konteks yang lebih tua. Gigi hiu macan dengan satu lubang dari Buang Merabak (Irlandia Baru, Papua Nugini) berumur sekitar 39.500-28.000 tahun yang lalu. Sebelas gigi berlubang tunggal dari Kilu (Pulau Buka, Papua Nugini) berumur sekitar 9.000-5.000 tahun yang lalu. Dan sejumlah gigi yang tidak diketahui jumlahnya dari Garivaldino (Brasil) berasal dari sekitar 9.400-7.200 tahun yang lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.