Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pisau Bergigi Hiu Berusia 7.000 Tahun Ditemukan di Sulawesi

📅 Senin, 30 Okt 2023, 13:11 WIB | Oleh: Tim Penulis

Namun, dalam setiap kasus, gigi tersebut kemungkinan besar merupakan hiasan pribadi, bukan senjata.

Artefak gigi hiu Indonesia yang kami deskripsikan di atas, dengan kombinasi modifikasi dan jejak mikroskopisnya, menunjukkan bahwa artefak tersebut tidak hanya melekat pada pisau, namun kemungkinan besar terkait dengan ritual atau konflik.

Baik memotong daging manusia atau hewan, gigi hiu dari Sulawesi ini dapat memberikan bukti pertama bahwa jenis persenjataan khusus di kawasan Asia-Pasifik telah ada jauh lebih lama dari yang kita duga.The Conversation

Michelle Langley, Associate Professor of Archaeology, Griffith University; Adam Brumm, Professor, Griffith University; Adhi Oktaviana, PhD Candidate, Griffith University; Akin Duli, Professor, Universitas Hasanuddin, dan Basran Burhan, PhD candidate, Griffith University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.