Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unik, Akademi di Jepang Tawarkan Kursus Menangkap dan Mengolah Hewan Liar

📅 Minggu, 29 Okt 2023, 15:00 WIB | Oleh:
Unik, Akademi di Jepang Tawarkan Kursus Menangkap dan Mengolah Hewan Liar Doc: Kyodo
Ket. Seorang siswa (kiri) dilatih mengolah hewan di Akademi Gibier Jepang, fasilitas pertama di negara itu yang didedikasikan untuk pendidikan daging hewan buruan di Usa, Prefektur Oita, Jepang pada 14 September 2023.

TOKYO - Sebuah akademi di Jepang menawarkan kursus tentang semua aspek terkai hewan liar, mulai dari penangkapan, pengolahan dan hingga pemasarannya. Harapannya dapat meningkatkan konsumsi hewan liar seperti rusa dan babi hutan.

Seiji Yamasue, pendiri Akademi Gibier Jepang di Usa, Prefektur Oita, berharap rusa dan babi hutan dapat menjadi "jenis daging keempat yang banyak dikonsumsi" selain daging sapi, babi, dan ayam sehingga dapat mengurangi limbah dari pemusnahan binatang liar.

Siswa di akademi tersebut belajar tentang berburu, menyembelih, dan memasak hewan liar, dan bagaimana mengubahnya menjadi produk untuk konsumsi komersial. Sekolah ini juga memiliki ruang kelas yang disiapkan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung menguliti dan memusnahkan hewan liar.

Di pedesaan Jepang, kerusakan kebun yang dilakukan satwa liar semakin parah seiring bertambahnya usia populasi dan semakin banyak hewan yang masuk ke pemukiman manusia.

Berdasarkan data terbaru, biaya pemusnahan di Oita mencapai sekitar 150 juta yen (1 juta dolar AS) pada tahun fiskal 2022, seiring dengan upaya mereka untuk terus memitigasi dampak buruk dengan meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi hewan liar dan berburu.

Lebih dari 70.000 babi hutan dan rusa ditangkap pada 2019 di prefektur tersebut, tertinggi kedua di Jepang, katanya.

Yamasue, yang mengelola perusahaan pengolahan daging, mengatakan, ia mengetahui bahwa bangkai hewan liar yang dimusnahkan pada umumnya dibuang, dan hal ini meyakinkannya bahwa diperlukan pabrik pengolahan khusus untuk daging hewan buruan.

Saat mengamati pabrik pengolahan hewan liar di barat daya pulau Kyushu, namun ragu apakah dagingnya ditangani dengan cara yang aman, Yamasue (50) mengatakan dia berpikir untuk "menciptakan tempat yang mengajarkan cara yang tepat" untuk mengolah daging hewan buruan.

Berbeda dengan hewan ternak yang bobotnya diatur secara terstandar, bobot hewan liar tidak merata sehingga sulit untuk disembelih.

Yamasue berharap melihat penyebaran "cara yang tepat dalam mengolah daging hewan buruan untuk mendorong distribusi lebih besar dari hewan liar yang lezat."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.