Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

139 Kg Sampah Terkumpul dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani

📅 Sabtu, 28 Okt 2023, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
139 Kg Sampah Terkumpul dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi
Ket. Tenda pendaki di Sembalun, Kawasan Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Forum Wisata Lingkar Rinjani melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah pada jalur wisata pendakian Sembalun dan jalur pendakian Torean menuju kawasan Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat Dedy Asriady dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Sabtu (28/10) mengatakan lokasi clean up dilakukan di sepanjang jalur pendakian Sembalun dan area camp Plawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

"Total jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan di jalur pendakian tersebut sebanyak 130 kilogram," katanya.

Sedangkan di Jalur pendakian Torean total sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 87 kilogram dengan titik lokasiclean updi sepanjang jalur pendakian Torean, arean camp dan Danau Segara Anak.

"Jenis sampah dari kegiatan clean up ini terdiri dari sampah plastik, botol plastik, botol kaleng, botol kaca, tisu, dan sampah organik," kayanya.

Ia mengatakan, keberadaan sampah di Gunung Rinjani tentunya tidak hanya sebatas mengganggu pemandangan dan membuat alam Rinjani tampak kotor. Pada akhirnya sampah yang ditinggalkan oleh oknum pendaki yang begitu saja di gunung Rinjani akan mengganggu ekosistem yang ada di dalamnya.

"Sampah yang dibuang itu tentunya akan merusak keindahan wisata kawasan Gunung Rinjani," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat atau para pendaki untuk bersama-sama menjaga kebersihan, kelestarian dan keasrian Gunung Rinjani dengan tidak membuang sampah sembarangan dan selalu patuhi aturan yang berlaku.

"Kebersihan menjadi awal dari penilaian baik buruknya seseorang. Kepribadian yang baik akan menjaga kebersihan dirinya, lingkungannya dan alam sekitarnya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.