Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sultan HB X Yakin Intervensi Gizi Efektif Tekan 'Stunting' di DIY

📅 Jumat, 27 Okt 2023, 12:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sultan HB X Yakin Intervensi Gizi Efektif Tekan 'Stunting' di DIY Doc: ANTARA/Pemda DIY
Ket. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwoko X dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Daerah (Rakordal) TW III di Gedhong Pracimasana, Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (26/10)

YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwoko X optimistis program intervensi gizi sensitif efektif menurunkan prevalensi stunting di provinsi ini sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Saya memiliki optimisme, intervensi gizi sensitif yang telah dilakukan dapat berkontribusi sampai 70 persen untuk keberhasilan perbaikan gizi masyarakat, terutama untuk penurunan angka stunting," kata Sultan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Daerah (Rakordal) TW III di Gedhong Pracimasana, Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (26/10).

Sultan menyadari bahwa penurunan stunting mendesak ditindaklanjuti secara kolaboratif baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sesuai RPJMN 2020-2024 mencapai 14 persen.

Untuk mencapai target itu, Pemda DIY bersama pemerintah kabupaten/kota telah mengupayakan penurunan prevalensi stunting sejak 2013.

Sultan menuturkan pada periode 2018 sampai 2022, prevalensi stunting di DIY terus menurun dari 21,46 persen menjadi 16,4 persen.

Untuk mencapai target 14 persen, menurut dia, diperlukan berbagai program dan inovasi serta mendapat masukan dan saran dari semua pihak.

"Bupati/wali kota harus meningkatkan upaya menurunkan stunting melalui penambahan asupan protein hewani untuk ibu hamil maupun balita, dapur balita sehat atau pos gizi, monev dan pendataan yang terintegrasi," kata Sri Sultan.

Sultan melanjutkan, penanganan stunting adalah salah satu prioritas penting dari program reformasi kelurahan sesuai Peraturan Gubernur DIY Nomor 40 Tahun 2023.

"Penanganan stunting merupakan bagian dari reformasi pemberdayaan masyarakat di kelurahan, yang dilandaskan pada prinsip inklusi sosial," kata dia.

Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Tavip Agus Rayanto menyebutkan laju penurunan stunting di DIY sudah sangat baik.

Tavip mengatakan saat ini pihaknya sedang menanti hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) untuk mengetahui bagaimana perkembangan DIY pada 2023.

"Kami yang ada di pemerintah pusat menaruh harapan DIY bisa mensubsidi daerah lain. Karena untuk provinsi-provinsi lain khususnya di Indonesia timur ini kan angkanya (stunting) masih sangat tinggi," ujar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

20 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.