Para Ilmuwan Berhasil Memanfaatkan Pancaran Energi Matahari dari Luar Angkasa
📅 Jumat, 27 Okt 2023, 19:43 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
WASHINGTON - Para ilmuwan dilaporkan berhasil menyerap pancaran energi matahari dari luar angkasa. Bahkan menurut standar perlombaan antariksa, gagasan tersebut tampak berani, mungkin sedikit gila.
Pada 1968, sebelum manusia pertama menginjakkan kaki di bulan, seorang insinyur yang mengerjakan salah satu eksperimen misi Apollo mengusulkan cara baru untuk memberi daya pada dunia.
"Pembangkit listrik tenaga surya raksasa yang mengorbit dapat menyerap sinar matahari secara konstan di luar angkasa, tanpa terhalang oleh awan, malam atau musim, dan memancarkannya kembali ke Bumi," tulis Peter Glaser dalam jurnal Science.
Hanya tenaga surya berbasis ruang angkasa dan mungkin fusi nuklir yang mempunyai potensi untuk suatu hari nanti menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama peradaban, dan fusi masih sangat jauh sehingga Glaser menganggapnya sebagai "impian para fisikawan".
Dikutip dari The Straits Times, pada Mei ini, para peneliti di Pasadena, California, menerima energi dari eksperimen yang melewati ketinggian tinggi. Dirancang di California Institute of Technology dan diluncurkan dengan roket SpaceX pada Januari, eksperimen tersebut telah mentransfer daya secara nirkabel, menggeser arah pancaran sinar tanpa bagian yang bergerak, dan kemudian mengarahkannya ke Bumi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ini adalah salah satu dari tiga eksperimen Caltech, yang dikemas dalam satu satelit, dan kini menguji komponen-komponen penting tata surya berbasis ruang angkasa. Impian Glaser semakin mendekati kenyataan.
"Saat saya pertama kali memikirkan hal ini, bagi saya, itu tidak masuk akal," kata Harry Atwater, pemimpin Proyek Tenaga Surya Luar Angkasa di sekolah tersebut.
"Tetapi kemudian saya mulai berpikir, dan hal itu menggerogoti saya, dan saya tidak dapat melepaskannya".
Sebaiknya Anda baca juga:
Atwater adalah bagian dari generasi insinyur baru, yang didorong oleh perubahan iklim dan dipersenjatai dengan teknologi yang tidak tersedia bagi Glaser, yang meninggal pada 2014,bertaruh bahwa masa penggunaan tenaga surya di luar angkasa akhirnya telah tiba.
Sel surya film tipis dan bahan bangunan serat karbon telah memangkas potensi bobot pembangkit yang mengorbit, dan perusahaan peluncuran swasta seperti SpaceX telah memangkas biaya untuk meluncurkannya ke luar angkasa.
Konstruksi ini tidak memerlukan astronot yang sangat terlatih dan bekerja dalam pakaian; komponen-komponen pabrik yang disimpan untuk diluncurkan dapat menyebar dengan sendirinya di luar angkasa.
Pada 2020, Laboratorium Penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat menggunakan pesawat luar angkasa X-37B milik militer untuk meluncurkan perangkat yang mengubah energi matahari langsung menjadi gelombang mikro, sebuah landasan untuk pembangkit listrik yang mengorbit di masa depan. Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/European Space Agency/European Space Agency/European Space Agency/European Space Agency/Badan Antariksa Eropa) mempunyai program tata surya luar angkasanya sendiri, meskipun masih memerlukan waktu bertahun-tahun untuk melakukan eksperimen orbital, seperti halnya Tiongkok, Jepang, dan Inggris.
Nikolai Joseph, seorang analis di Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional, mengatakan pada 2022 badan antariksa AS akan melihat kembali kelayakan ide tersebut, tetapi sejauh ini, organisasi tersebut tampaknya tidak terlibat secara aktif dalam perlombaan tersebut.
Namun, menciptakan jaringan pembangkit listrik tenaga surya yang mengorbit masih merupakan tugas yang berat, tidak hanya untuk merancang pembangkit listrik tersebut, tetapi juga untuk membuktikan bahwa pembangkit listrik tersebut masuk akal secara ekonomi. Kendala yang menghambat penggunaan tenaga surya berbasis ruang angkasa di masa lalu tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga finansial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!