Inklusifitas Jakarta Perlu Semangat Pembaruan, Toleransi, dan Kebersamaan
📅 Senin, 20 Apr 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Menjaga Jakarta tetap inklusif dan harmonis memerlukan semangat pembaruan, toleransi, serta kebersamaan. “Ini harus dijaga bersama-sama,” tandas Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri acara “Aktualisasi Nilai-Nilai Paskah Pemerintah Provinsi Jakarta Bersama Masyarakat Tahun 2026.
Acara diselenggarakan di Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (18/4). Dia menegaskan pentingnya semangat pembaruan, toleransi, dan kebersamaan untuk menjaga Jakarta tetap harmoni.
Wagub Rano menyatakan, Paskah membawa pesan harapan dan pembaruan yang relevan dengan dinamika Jakarta sebagai kota yang terus berkembang dan dihuni masyarakat beragam. “Paskah membawa pesan harapan dan pembaruan. Ini sejalan dengan semangat Jakarta sebagai kota yang dinamis, beragam, dan terus bergerak maju,” tandasnya.
Tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” menjadi pengingat kita semua untuk terus memperbarui diri baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakat. Acara perayaan Paskah dihadiri sekitar 5.000 umat. Mereka terdiri atas kaum muda dari Keuskupan Agung Jakarta, perwakilan tujuh aras gereja, aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMD, serta undangan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam merawat kebersamaan di Jakarta. Wagub Rano menegaskan, semangat pembaruan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan empati, saling menghargai, dan kepedulian sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pembaruan di Jakarta bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih empatik, saling menghargai, dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” tuturnya. Rano juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman, dengan memastikan setiap warga memiliki ruang yang setara tanpa memandang latar belakang.
“Tantangan kita, memastikan setiap warga memiliki ruang yang setara. Maka, Pemprov Jakarta terus menghadirkan fasilitas publik yang inklusif. Ini seperti transportasi umum, taman kota, dan ruang publik lain yang dapat diakses semua kalangan,” ucapnya.
Menurut Rano, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui ruang dialog dan interaksi lintas budaya, sehingga perbedaan menjadi sumber kekayaan, bukan potensi konflik. “Keberagaman di Jakarta adalah kekuatan. Kita perlu terus membuka ruang dialog dan interaksi lintas budaya agar perbedaan justru memperkaya kehidupan kota,” urainya.
Lebih lanjut, dia menyebut capaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asean versi Global Residence Index 2026 sebagai hasil kerja kolektif pemerintah dan masyarakat. “Capaian ini buah dari kerja bersama. Ini menunjukkan kohesi sosial di Jakarta terjaga dengan baik dan harus terus dirawat,” katanya.
Wagub mengajak seluruh masyarakat menjaga nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif. “Kami mengajak seluruh masyarakat merawat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi,” tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!