Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pejabat Masih Terima Bantuan Sosial

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Pejabat Masih Terima Bantuan Sosial Doc: ANTARA/Anisyah Rahmawati
Ket. Arsip Foto - Penyaluran bansos beras kepada warga di RW 10 Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/8/2021).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jakarta diminta membenahi data penerima bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran. Sebab disinyalemen masih ada pejabat yang menerima bansos. Desakan ini datang dari Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jakarta, Iman Satria, Rabu (25/10).

"Ini pasti ada sumber data yang salah karena ada pejabat menerima bansos," tandas Iman. Karena itu, Iman menegaskan perlunya pembersihan data (cleansing data) agar bisa diperoleh jumlahpenerima bantuan sosial yang valid. Selain itu juga untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Jika ada pejabat menerima bansos, mestinya dikembalikan karena mereka tidak berhak. Jika dikembalikan maka bansos dapat disalurkan kepada mereka yang memang berhak. "Dinas Sosial Jakarta harus tahu di mana sumber salahnya. Jangan sampai terulang. Kebanyakan data tersebut menggunakan waktu masa Covid-19," katanya.

Iman menegaskan, pemerintah provinsi harus lebih meningkatkan komunikasi antarpihakterkait agar bisa dirinci data penduduk yang benar-benar miskin dan membutuhkan bantuan sosial. Kalau data benar maka bantuan akan sampai kepada warga yang benar-benar berhak.

Apalagi Dinas Sosial Jakarta juga menemukan 1,1 juta warga DKI yang terdapat di dalam daftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) masuk ke dalam kategori tidak layak menerima bantuan sosial. Berdasarkan DTKS Februari 2022 tercatat sebanyak 4.497.724 warga. Namun sebanyak 1.143.639 warga tidak layak menerima bansos.

"Jadi bantuan mesti disampaikan kepada warga yang betul-betul miskin. Jangan juga orang-orang atas yang mampu, tapi merasa miskin," jelas Iman. Mesti ada rasa malu, jika mampu tetapi mendapat bantuan. Itu harus dikembalikan karena bukan haknya.

Penerima bansos Jakarta pada bulan Februari tahun lalu berdasarkan data Kementerian Sosial tercatat sebanyak 213.945 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemensos, Supomo, dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Senin (23/10) mengungkapkan, data tersebut jauh di bawah angka 1,1 juta seperti yang disebutkan Dinas Sosial Jakarta.

Data bansos memang harus terus diperbaiki atau di-update. Langkah ini perlu ditempuh agar datanya valid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.