Tingkat Penetrasi Asuransi RI Masih Rendah
📅 Selasa, 24 Okt 2023, 11:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah. Bahkan, tingkat kepemilikan asuransi oleh penduduk Indonesia lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di Asean.
"Katakanlah penetrasi (asuransi) tadi 2,75 persen, itu dikatakan sekitar 7,5 juta orang (penduduk) dari 275 juta orang," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar dalam Peluncuran Peta Jalan Penguatan dan Pengembangan Industri Asuransi 2023-2027 di Jakarta, Senin (23/10).
Angka tersebut masih dinilai rendah dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Adapun penetrasi asuransi merupakan tingkat premi industri asuransi dibandingkan Produk Domestik Bruto (PDB).
Sejalan dengan hal itu, tingkat densitas asuransi juga masih berada pada level yang belum optimal. Tercatat pada akhir 2022, densitas asuransi Indonesia baru mencapai 1.923.380 rupiah per penduduk.
Mahendra menilai, saat ini masih ada ruang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan penetrasi asuransi di tengah masyarakat dengan memanfaatkan bonus demografi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di samping baru 2,75 persen, plus peta demografi yang muda, masih banyak peluang untuk learning income besar dan penambahan kebutuhan produk asuransi yang berkualitas," ujar Mahendra.
Karena itu, OJK telah meluncurkan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perasuransian Indonesia 2023-2027 dengan mengambil tema Restoring Confidence through Industrial Reform.
Pada 2027, tingkat penetrasi asuransi Indonesia diprediksi mencapai 3,2 persen dengan tingkat densitas berada pada level 2,4 juta per penduduk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari perspektif konsumen, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK, literasi dan inklusi pada sektor asuransi masih di bawah level lembaga jasa keuangan yang lain.
Turunkan Minat
Disamping itu, terdapat kesenjangan antara tingkat literasi pada sektor perasuransian pada 2022 yang berada pada level 31,7 persen, namun tingkat inklusinya pada level 16,6 persen.
Hal tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa masih ada faktor tertentu yang menurunkan minat masyarakat untuk berasuransi, walaupun sebagian dari masyarakat tersebut memahami manfaat produk asuransi untuk mengelola risiko individu dan risiko bisnis.
Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perasuransian Indonesia 2023-2027 yang mengusung reformasi industri berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi ditopang dengan.
Keempat pilar tersebut akan dijalankan di dalam tiga fase berbeda dalam kurun waktu 2023 hingga 2027, diawali dengan fase penguatan fondasi, dilanjutkan dengan fase konsolidasi dan menciptakan momentum, dan diakhiri dengan fase penyelarasan dan pertumbuhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!