Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran TPA Rawakucing, Drone Thermal Disiapkan untuk Identifikasi Gas Metan

📅 Selasa, 24 Okt 2023, 10:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran TPA Rawakucing, Drone Thermal Disiapkan untuk Identifikasi Gas Metan Doc: ANTARA/HO-Pemkot
Ket. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah (tengah) sedang berbincang dengan Kadis LH Tihar Sopian terkait solusi terbaru mengatasi kebakaran TPA Rawakucing diantaranya menggunakan drone thermal sesuai sarana BNPB.

TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang Banten akan menyiapkan drone thermal sesuai saran BNPB untuk mengatasi kebakaran di TPA Rawakucing dalam mengidentifikasi gas metan yang berada di bawah tumpukan sampah.

"Kalau dilihat dari permukaan memang api sudah tidak terlihat, tinggal titik-titik kepulan asap. Berdasarkan saran dari BNPB, kami sedang mencari drone thermal untuk digunakan memetakan dan mengidentifikasi titik-titik kandungan gas metan tersebut," kata Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah di Tangerang Selasa (24/10) dalam keterangannya.

Ia mengatakan upaya pemadaman ini sebagai terobosan dalam mengatasi kebakaran di TPA Rawakucing yang terjadi sejak Jumat (20/10).

Selama penanganan kebakaran dilakukan, Tim gabungan Pemkot Tangerang menilai terdapat titik-titik api yang sulit dipadamkan secara total karena keberadaan gas metan di bawah tumpukan gunungan sampah dan sulit diidentifikasi.

"Maka itu kita sedang melakukan kerja sama dalam penggunaan drone thermal ini," katanya.

Selain itu, BNPB juga akan menambah satu unit lagi helikopter water bombingyang beroperasi sejak Senin (23/10) untuk mempercepat pemadaman sehingga nantinya ada dua helikopter.

"Setelah dilihat dari pengamatan udara tadi kepulan asap masih sangat pekat, jadi kita telah mendapat informasi bahwa akan ada penambahan dari BNPB terkait satu unit helikopter water bombing lagi," lanjutnya.

Kebakaran di TPA Rawakucing Kota Tangerang di wilayah Neglasari terjadi pada hari Jumat (20/10) pukul 14.00 WIB diduga akibat cuaca panas.

Dugaan sementara, api muncul pertama kali di area landfill pintu satu. Namun karena kencangnya tiupan angin merambat ke tumpukan sampah di pintu dua dan tiga.

Sempat mereda pada Sabtu (21/10) pagi, api kembali membesar siang harinya karena masih banyak api yang berada di dalam tumpukan sampah serta didorong angin kencang.

Pemadaman pun masih berlangsung hingga kini. BNPB membantu dengan mengerahkan personilnya serta satu helikopter water bombing dari Bali.

KLHK menerjunkan pasukan AGNI yang khusus menangani kebakaran hutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Vortex Tech, Teknologi Pemadaman Api dengan Gelombang Suara

Vortex Tech, Teknologi Pemadaman Api dengan Gelombang Suara

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.