Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dunia 'Gagal' Penuhi Janji Hentikan Deforestasi pada 2030

📅 Selasa, 24 Okt 2023, 09:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dunia 'Gagal' Penuhi Janji Hentikan Deforestasi pada 2030 Doc: AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN
Ket. Dunia sudah tidak bisa memenuhi janjinya untuk menghentikan deforestasi pada tahun 2030, demikian peringatan penelitian baru.

BANGKOK - Dunia "gagal" dalam memenuhi janjinya menghentikan dan membalikkan deforestasi pada 2030, sekelompok LSM dan peneliti memperingatkan pada Selasa (24/10).

Pada 2021, para pemimpin di lebih dari 100 negara dan wilayah yang mewakili sebagian besar hutan dunia, berjanji akan menghentikan dan memulihkan hilangnya hutan pada tahun 2030.

Namun penilaian tahunan yang dirilis pada Selasa menunjukkan bahwa deforestasi global sebenarnya meningkat sebesar empat persen pada tahun lalu, dan dunia masih jauh dari jalur untuk memenuhi komitmen tahun 2030.

"Tujuan tahun 2030 tersebut tidak hanya bagus untuk dicapai, tapi juga penting untuk menjaga iklim yang layak huni bagi umat manusia," Erin Matson, penulis utama Forest Declaration Assessment memperingatkan.

Hutan tidak hanya merupakan habitat utama bagi kehidupan hewan namun juga berperan sebagai pengatur penting iklim global dan spons karbon yang menyedot emisi yang dihasilkan aktivitas manusia.

Namun, deforestasi tahun lalu lebih tinggi 20 persen dari yang seharusnya untuk memenuhi janji para pemimpin, dengan hilangnya 6,6 juta hektare hutan, yang sebagian besar merupakan hutan primer di wilayah tropis.

Penilaian yang diawasi oleh lebih dari dua lusin kelompok lingkungan hidup dan organisasi penelitian, juga memperingatkan bahwa degradasi hutan masih menjadi masalah besar.

Degradasi mengacu pada berbagai dampak buruk, termasuk kebakaran hutan dan hilangnya keanekaragaman hayati yang berdampak pada kesehatan hutan secara keseluruhan.

"Data dari tahun ke tahun cenderung berubah. Jadi satu tahun bukanlah segalanya, akhir dari segalanya," kata Matson.

"Tetapi yang paling penting adalah trennya. Dan sejak baseline tahun 2018 hingga 2020, kita menuju ke arah yang salah."

Penilaian tersebut tidak terlalu suram, karena ada sekitar 50 negara yang diperkirakan akan mengakhiri deforestasi.

Secara khusus, Brazil, Indonesia dan Malaysia mengalami "pengurangan dramatis" dalam kehilangan hutan.

Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa kemajuan tersebut berisiko.

Keberhasilan Indonesia sebagian terkait dengan moratorium deforestasi, namun terdapat kekhawatiran bahwa undang-undang baru mengenai penciptaan lapangan kerja dapat melemahkan komitmen tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...

Rival Jadi Mitra, Tiongkok-India Ubah Peta Asia

43 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-...
Megapolitan
Bekasi Kejar Investasi Hing...
Nasional
Perlindungan Data UMKM Perl...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.