Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Depresiasi Rupiah Picu Harga Pangan Impor Makin Mahal

📅 Sabtu, 21 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Selisihnya kecil sekali dengan memperhitungkan risk free asset, akan mengakibatkan investor keluar dari pasar keuangan. Tekanan dari eksternal cukup kuat dari kekacauan geopolitik dan data-data ekonomi global yang memburuk," jelas Bhima.

Dampak pelemahan rupiah pun pada akhirnya dibayar mahal karena memacu kenaikan harga barang-barang impor terutama pangan dan bahan bakar minyak (BBM). "Harga beras sudah naik tajam, bisa makin mahal karena impornya tinggi. Kemudian, BBM juga biaya impornya naik dan BBM nonsubsidi bisa terus naik. Imported inflation akan kita lihat dalam jangka pendek, daya beli masyarakat bakal melemah di akhir tahun," kata Bhima.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan the Fed masih akan mengejar inflasi ke bawah 2 persen. Meskipun kenaikan FFR lebih lambat, tetapi implikasinya tetap harus diantisipasi.

"Faktor lain seperti konflik dapat mendorong the Fed untuk kembali agresif," kata Aloysius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.