Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Pontus', Lempeng Tektonik Purba yang Hilang Telah Ditemukan

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh:
“Pontus', Lempeng Tektonik Purba yang Hilang Telah Ditemukan Doc: Wikimedia

Keberadaan lempeng tektonik Bumi cukup dinamis. Ahli geologi Utrecht secara tidak terduga menemukan sisa-sisa lempeng tektonik besar yang membentang dari Jepang, Kalimantan, Filipina, hingga New Zealand.

Ahli geologi Universitas dari Utrecht, Suzanna van de Lagemaat, berhasil merekonstruksi lempeng tektonik besar yang sebelumnya tidak diketahui. Lempeng ini diperkirakan dulunya berukuran seperempat Samudra Pasifik.

Rekan-rekannya di Utrecht telah memperkirakan keberadaannya lebih dari 10 tahun yang lalu berdasarkan pecahan lempeng tektonik tua yang ditemukan jauh di dalam mantel Bumi. Lalu Van de Lagemaat merekonstruksi lempeng yang hilang melalui penelitian lapangan dan penyelidikan rinci di sabuk pegunungan Jepang, Kalimantan, Filipina, Papua Nugini, dan New Zealand.

Yang mengejutkan, ia menemukan bahwa sisa-sisa samudra di Kalimantan bagian utara pastilah berasal dari lempeng yang telah lama diduga ada. Oleh para ilmuwan lempeng tektonik ini oleh para ilmuwan diberi nama Pontus dan Van de Lagemaat sekarang telah merekonstruksi seluruh lempeng dengan sempurna.

Penelitian dipaparkan pada Jumat 14 Oktober 2023 tersebut disampaikan dalam rangka memperoleh gelar doktor di Universitas Utrecht, dilakukan untuk memahami pergerakan lempeng tektonik yang membentuk kulit terluar Bumi yang kaku dimana hal ini berguna untuk memahami sejarah geologi planet ini.

Pergerakan lempeng-lempeng ini sangat memengaruhi perubahan paleogeografi dan iklim planet seiring waktu, dan bahkan di mana logam langka dapat ditemukan. Namun lempeng samudra besar dari peristiwa geologis masa lalu telah menghilang ke dalam mantel Bumi melalui subduksi atau tumbukan lempeng. Lempeng-lempeng itu hanya meninggalkan pecahan batu yang tersembunyi di sabuk pegunungan.

Van de Lagemaat mempelajari wilayah lempeng tektonik paling rumit di planet ini yaitu di wilayah sekitar Filipina. "Filipina terletak di persimpangan kompleks sistem lempeng yang berbeda. Wilayah ini hampir seluruhnya terdiri dari kerak samudra, namun beberapa bagiannya berada di atas permukaan laut, dan menunjukkan batuan dengan usia yang sangat berbeda," kata dia.

Rekonstruksi

Sebaiknya Anda baca juga:

Berhubung lempeng samudra ini telah tenggelam dan tidak terlihat lagi, yang dilakukan Van de Lagemaat untuk pertama kali adalah merekonstruksi pergerakan lempeng di wilayah antara Jepang dan New Zealand. Hal ini mengungkap betapa luasnya area lempeng yang pasti telah hilang di kawasan Pasifik barat saat ini.

"Kami juga melakukan kerja lapangan di Kalimantan bagian utara, tempat kami menemukan bagian terpenting dari teka-teki ini. Kami pikir kami sedang berhadapan dengan peninggalan lempeng yang hilang yang sudah kami ketahui," kata dia.

"Namun penelitian laboratorium magnetik kami pada batuan tersebut menunjukkan bahwa temuan kami berasal dari jauh di utara, dan pasti merupakan sisa-sisa dari lempeng lain yang sebelumnya tidak diketahui," lanjut dia.

"Sebelas tahun yang lalu, kami mengira sisa-sisa Pontus mungkin terletak di bagian utara Jepang, namun kami membantah teori tersebut," jelas Douwe van Hinsbergen, dosen pembimbing PhD Van de Lagemaat.

"Baru setelah Suzanna secara sistematis merekonstruksi setengah dari sabuk pegunungan cincin api dari Jepang, melalui Papua Nugini hingga New Zealand, barulah dugaan lempeng Pontus terungkap, dan itu termasuk batuan yang kami pelajari di Kalimantan," kata dia.

Lempeng samudra yang direkonstruksi berumur 120 juta tahun yang lalu. Peninggalan Pontus tidak hanya terletak di Kalimantan bagian utara, tetapi juga di Palawan, sebuah pulau di Filipina Barat, dan di Laut Tiongkok Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...

Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.