Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Buaya Muara Kembali ke Jawa-Bali, Bisakah Kita Belajar Hidup Bersama Mereka?

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dibandingkan jenis buaya lainnya, buaya muara merupakan jenis paling teritorial atau hanya menguasai satu kawasan yang ditinggalinya. Buaya muara jantan dominan akan mengusir pejantan lainnya yang lebih kecil yang akan keluar untuk mencari habitat baru.

Hingga saat ini, mayoritas survei buaya di Indonesia baru mengungkapkan populasi yang kecil dan kepadatan yang rendah. Namun, tetap saja, keberadaan satu individu buaya ke kawasan manusia dapat memicu konflik, sekaligus mengancam pelestarian spesies ini.

Di seluruh dunia, buaya muara tergolong spesies yang populasinya tidak terlalu mengkhawatirkan, sebagaimana tertulis dalam Daftar Merah Satwa Terancam versi Uni Internasional Konservasi Alam (IUCN). Status ini disokong oleh pemulihan penuh populasi buaya muara di beberapa daerah di Australia utara setelah perburuannya dilarang pada awal dekade 1970-an. Namun, di Kamboja,, Thailand, dan Vietnam, spesies ini telah punah.

Bahkan di Australia bagian utara yang berpenduduk jarang, masih terjadi konflik antara manusia dan buaya, meskipun ini relatif jarang terjadi. Di Indonesia, konflik diperparah dengan populasi manusia yang sangat besar sehingga memberikan tekanan pada habitat buaya.

Dari mana buaya Bali berasal?

Kamu mungkin melihat peta dan mengira buaya yang kembali ke Bali berasal dari Australia. Namun, saat ini tidak ada bukti perpindahan buaya secara signifikan antara Australia dan Indonesia. Hanya buaya pemberani yang mau berenang lebih dari seribu kilometer dari Australia ke Bali.

Kondisi yang mungkin terjadi saat ini adalah eksodus buaya dari daerah sekitar-meskipun kita perlu melakukan analisis genetik untuk membuktikannya. Pasalnya, kantong-kantong populasi buaya yang masih bertahan saat ini lebih dekat dibandingkan Australia.

Untuk Bali dan Lombok, buaya kemungkinan besar bermigrasi dari pulau-pulau di sebelah timur, seperti Flores, Lembata, Sumba, dan Timor.

Sementara itu, kedatangan buaya Jawa saat ini kemungkinan besar berasal dari Sumatra bagian selatan, yang berjarak kurang dari 30 km dari Pulau Jawa. Kawasan ini sudah lama rawan serangan buaya.

Apa dampaknya bagi penduduk dan wisatawan?

Awal bulan ini, ada foto seekor buaya berukuran cukup besar yang berjemur di keramba di Lombok Barat, jaraknya kurang dari 50 km dari lokasi wisata Gili Matra.

Naiknya jumlah penampakan dan serangan menunjukkan bahwa kita harus mencari cara untuk hidup berdampingan dengan reptil ini. Saat ini, kawasan pesisir dan muara di Lombok dan Jawa bagian barat kemungkinan besar menjadi tempat tinggal bagi sejumlah kecil penduduk.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah serangan? Pertama, orang harus tahu bahwa buaya telah kembali. Sangat penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap buaya guna menyelamatkan nyawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.