Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buaya Muara Kembali ke Jawa-Bali, Bisakah Kita Belajar Hidup Bersama Mereka?

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Buaya Muara Kembali ke Jawa-Bali, Bisakah Kita Belajar Hidup Bersama Mereka? Doc: The Conversation/EPA/Opan Bustan
Ket. Buaya terjerat ban mobil di lehernya di Palu, Sulawesi Tengah. Buaya muara telah lama punah di banyak wilayah di Indonesia–tapi di wilayah lain, seperti Sulawesi, mereka tidak pernah berpindah.

Brandon Michael Sideleau, Charles Darwin University

Pada 4 Januari tahun ini, buaya muara sepanjang tiga meter muncul ke permukaan air dan naik ke pantai. Tidak ada yang aneh dengan itu, kecuali lokasi kemunculannya di Pantai Legian,, salah satu destinasi wisata favorit di Bali. Tak lama kemudian, buaya yang sudah kurus itu mati.

Empat bulan berselang, seekor buaya besar membunuh seorang laki-laki yang sedang mencari ikan bersama temannya di Teluk Awang, Lombok, sekitar 100 km di sebelah timur Bali. Otoritas pun menangkap si buaya lalu membawanya ke penangkaran.

Kamu mungkin tidak mengaitkan Bali dengan buaya. Namun, sebenarnya dulu buaya muara dapat ditemukan di kebanyakan perairan Indonesia. Kasus serangan buaya di beberapa daerah bahkan masih terjadi.

Sejak 2010, saya mengumpulkan catatan serangan buaya. Saya juga pembuat basis data global tentang serangan buaya, CrocAttack. Yang baru dari kabar di atas adalah, buaya mulai kembali di area-area yang sebelumnya mereka telah disingkirkan.

Apakah ini berarti penduduk dan wisatawan harus khawatir? Sepertinya tidak. Kecil kemungkinan pulau Bali dan Jawa bisa menjadi seperti layaknya habitat buaya muara di sungai besar banyak ikan di kawasan tropis Australia utara. Di Bali, kita juga akan sulit menemukan populasi buaya tumbuh kembali karena pantainya yang sangat penting bagi pariwisata dan penduduk yang padat.

Apa yang terjadi dengan buaya Indonesia?

Buaya muara (Crocodylus porosus) yang senang menghuni sungai berhutan mangrove, juga dikenal dengan buaya air asin. Mereka adalah reptil terbesar yang hidup saat ini. Panjangnya bisa mencapai tujuh meter, jauh lebih besar dari komodo Indonesia yang terkenal, dengan panjang maksimal tiga meter.

Dulu, buaya dapat ditemukan di sepanjang kepulauan Indonesia. Kami memiliki catatan buaya menyerang manusia di Bali sejak awal abad ke-20. Kasus serupa juga ditemukan di banyak wilayah di pulau Jawa hingga dekade 1950-an. Bahkan di Ibu Kota Indonesia, Jakarta, buaya-buaya menghuni banyak sungai yang melintasi kota.

Buaya di Bali dan Lombok banyak dibunuhi pada pertengahan abad ke-20, dan setelahnya di sepanjang Jawa. Namun, mereka bertahan hidup di daerah-daerah terluar Indonesia.

Saat ini, buaya acap ditemui di pulau Jawa yang padat penduduk, termasuk di laut Jakarta. Setidaknya ada 70 orang yang terbunuh karena serangan buaya setiap tahunnya di negara kepulauan ini. Kasus serangan tertinggi terjadi di Kepulauan Bangka-Belitung, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Riau.

Apakah populasi buaya meningkat pesat?

Kasus-kasus serangan di atas menandakan populasi buaya yang meningkat. Namun, peningkatan populasi buaya tidak sebesar kelihatannya.

Di banyak pulau di Indonesia, hanya ada sedikit kawasan mangrove yang cocok menjadi habitat buaya. Banyak anak sungai dan sungai yang secara alami mungkin terlalu kecil untuk menampung populasi buaya dalam jumlah besar. Bahkan, penambahan populasi sedikit saja bisa memenuhi kapasitas buaya di muara dan anak sungai dengan cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.