Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terancam Punah, Pemerintah Diminta Lindungi Habitat Burung Migran di Aceh

📅 Selasa, 19 Mar 2024, 00:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terancam Punah, Pemerintah Diminta Lindungi Habitat Burung Migran di Aceh Doc: ANTARA/HO/Heri Tarmizi
Ket. Ilustrasi - Burung cerek dan camar di Pantai Alue Naga Aceh.

Banda Aceh - Peneliti burung dari Kelompok Studi Lingkungan Hidup (KSLH) meminta pemerintah melindungi habitat burung migran di Alue Naga Banda Aceh, karena populasinya terancam menurun akibat perubahan lanskap.

"Penurunan populasi burung terkait dengan perubahan lanskap, terutama pembangunan yang menyebabkan penyempitan area mangrove," kata pegiatKSLH,Heri Tarmizidi Banda Aceh, Senin.

Heri menjelaskan kawasan mangrove Alue Naga di Pantai Timur Aceh menjadi tempat penting bagi burung bermigrasi untuk mencari pakan yang diperlukan saat perjalanan migrasi musim dingin selama enam bulan sejak Oktober hingga menjelang musim semi pada Maret.

Berdasarkan identifikasi KSLHAceh pada 2021, terdapat tujuh spesies burung pantai dengan jumlah mencapai 2000-an bermigrasi ke pesisir Banda Aceh dan Aceh Besar, termasuk di kawasan Mangrove Alue Naga untuk mencari pakan.

"Bisa jadi lebih banyak hingga 2000-an untuk tujuh spesies tadi, didominasi cerek atau plover akan makan di mangrove Aceh sebelum bertolak kembali ke area berbiak di Siberia dan Rusia. Mereka butuh energi dengan makan cukup banyak," ujarnya.

Ia menyampaikan keberadaan burung migran di sana telah menjadi sorotan bagi peneliti dan pengamat burung internasional. Laporan Birdlife Internasional pada 2019 menyebutkan hampir 20 spesies burung bermigrasi ke pesisir pantai Timur Aceh, termasuk Alue Naga.

Selain itu, tim KSLH-Aceh pada awal Maret 2024, berhasil mengamati kelompok kecil sekitar 1.500 individu burung pantai yang terdiri atas berbagai spesies, termasuk cerek pasir besar, cerek asia, cerek mongol, cerek kecil, kedidi, gajahan kecil, gajahan besar, camar kecil, serta kuntul.

Karena itu, ia berharap peran pemerintah untuk menjaga habitat burung migran tersebut agar populasinya tidak menurun, terutama di saat anomali iklim ini, keberadaannya semakin terancam.

Menurut dia, pemerintah seharusnya bisa memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat wisata atau studi penelitian burung.

"Keberadaan burung-burung migrasi di sana sebenarnya juga dapat menjadi daya tarik wisata dan menjadi objek penelitian bagi mahasiswa atau siswa," katanya.

Ia menambahkan, KSLH-Aceh juga sedang melakukan pengumpulan data spesies melalui bioakustik bekerja sama dengan Cornell University dalam program Local-Led East Asian Flyway Acoustic (LEAFA).

"Mangrove Alue Naga direncanakan sebagai salah satu lokasi kegiatan ini. Diharapkan data yang diperoleh dapat digunakan untuk rencana aksi perlindungan mangrove dan keanekaragaman hayati di situs tersebut terutama bagi populasi burung," kata Heri Tarmizi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.