Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ahli Nilai Pengenalan Pangan Lokal pada Masyarakat Perlu Digencarkan

📅 Senin, 16 Okt 2023, 23:33 WIB | Oleh:
Ahli Nilai Pengenalan Pangan Lokal pada Masyarakat Perlu Digencarkan Doc: Istimewa

Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Fitri Hudayani menilai pengenalan jenis dan manfaat pangan lokal kepada masyarakat Indonesia perlu digencarkan agar tidak kalah saing dengan makanan impor.

"Dengan terus memperkenalkan pangan lokal dan manfaatnya, maka lama-lama masyarakat akan terpapar untuk mengonsumsi pangan lokal," kata Fitri saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pemerintah perlu memasifkan pengenalan itu karena pangan lokal sebenarnya memiliki nilai ekonomi yang cukup baik atau terjangkau serta kandungan gizi yang memadai sehingga bisa mencukupi kecukupan gizi individu. Namun, saat ini, pangan lokal masih kalah saing dengan pangan impor karena masyarakat cenderung lebih mengenal produk-produk pangan impor.

Berikutnya, ia mencontohkan salah satu pangan lokal dengan harga terjangkau dan gizi yang cukup adalah tempe.

"Misalnya, tempe. Tempe mempunyai nilai protein yang jumlah per porsinya hampir sama dengan bahan hewani," kata dia.



Di samping itu, Fitri menambahkan bahwa pangan lokal dapat memiliki daya saing yang setara bahkan melebihi makanan impor yang saat ini merebak di masyarakat apabila dipasarkan dengan metode yang tepat serta menarik perhatian konsumen.

Terkait dengan pembangunan ketahanan pangan di Tanah Air, Fitri meyakini pangan lokal Indonesia yang lengkap dapat menjadi sumber keamanan pangan nasional.

"Bahan makanan yang menjadi sumber dari pangan lokal sangatlah lengkap di negara kita, mulai dari sumber makanan pokok, yaitu sumber karbohidrat, sumber protein, baik lauk hewani maupun nabati, serta sayur dan buah-buahan. Semua bahan tersebut sangat lengkap ada dan menjadi sumber dari keamanan pangan nasional," ucap dia.

Sementara itu, peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi menilai pembangunan ketahanan pangan di Indonesia bukan hanya terkait dengan persoalan ketersediaan pangan, melainkan juga berkenaan dengan keterjangkauan.

Oleh karena itu, menurut dia, produk pangan impor tetap diperlukan untuk menjamin masyarakat memiliki akses terhadap pilihan pangan bermutu dengan harga terjangkau.

"Kami di CIPS melihat semua masyarakat Indonesia harus punya pilihan dan akses terhadap pangan bermutu dan terjangkau. Impor penting untuk menjamin masyarakat Indonesia selalu punya akses terhadap pilihan pangan bermutu dan terjangkau," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.