Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stok Beras Tangerang Raya Dinyatakan Masih Aman

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stok Beras Tangerang Raya Dinyatakan Masih Aman Doc: Antara
Ket. Kepala Bulog Divisi Regional Tangerang, Omar Syarif.

TANGERANG - Stok beras yang tersedia di gudang Bulog Tangerang cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Tangerang Raya hingga beberapa bulan ke depan. Kepala Bulog Divisi Regional Tangerang, Omar Syarif, Rabu (11/10), menyebutkan bahwa stok beras untuk Tangerang Raya saat ini mencapai 15 ribu ton.

"Para pedagang yang ingin membeli beras, tinggal mengisi administrasi yang sudah ditentukan. Namun, dengan catatan mereka harus menjual dengan Harga Eceran Tertinggi atau HET," ujarnya. Menurut dia, dengan stok beras demikian, dapat memenuhi kebutuhan para pedagang di pasaran. Bahkan, dia memberikan kuota sekitar dua ton untuk pedagang.

"Stok beras masih aman. Para pedagang yang terbebani tingginya harga beras, dapat langsung membeli ke Bulog. Tiap pedagang dijatah dua ton," katanya. Omar menyebutkan, dalam pendistribusian beras, proses administrasi akan diberlakukan untuk menghindari kecurangan dalam penyaluran ke masyarakat.

"Pendaftaran administrasi diperlukan guna memfilter orang-orang. Artinya hanya akan diberikan kepada pedagang yang bertanggung jawab. Kita punya ketentuan supaya pedagang menyalurkan beras HET ke masyarakat, tidak diperjualbelikan di atas HET dan sebagainya," tandas Omar.

Dia menuturkan, saat ini belum banyak pedagang yang mengetahui informasi tersebut. Untuk itu, Omar minta para pedagang mendatangi gudang Bulog. "Jadi tidak semua mengambil karena ada yang tidak mengurus administrasi," ungkapnya.

Lebih jauh Omar menjelaskan, beras yang disediakan Bulog memiliki batas harga ecer sebesar 10.900 per kilogram saat dijual ke masyarakat. Hal itu mengacu pada keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas). "Angka tersebut berdasar keputusan Bapanas," ujarnya. Untuk beras medium harganya 9.950, tapi pedagang harus mengambil ke gudang.

Salurkan Beras

Sebelumnya, pekan lalu, Bulog Kota Tangerang telah menyalurkan 20.700 kilogram kepada masyarakat terkait program beras murah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Muhdorun, mengatakan Gerakan Pangan Murah (GPM) khusus beras untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) menyasar 40 kelurahan di 13 wilayah kecamatan Kota Tangerang.

Harga beras yang dijual kepada masyarakat 52.000 untuk ukuran lima kilogram atau setara 10.400 per liter. Harga tersebut lebih murah dari pedagang lainnya.

"Program yang sudah kami jalankan selama sebulan banyak diterima manfaatnya oleh masyarakat. Kami menyasar satu kecamatan mencapai tiga kelurahan," ujarnya. Muhdorun menyebutkan, setiap kegiatan GPM dilaksanakan, DKP menyediakan 100 hingga 500 kilogram beras. Dalam waktu satu jam sudah habis terjual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.