Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KSP dan OJK Akan Mengawal Pelaksanaan Perdagangan Karbon

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 00:00 WIB | Oleh:
KSP dan OJK Akan Mengawal Pelaksanaan Perdagangan Karbon Doc: ANTARA/HO-KANTOR STAF PRESIDEN
Ket. Kepala Staf Kepresienan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, bertemu dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar, di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (11/10).

JAKARTA - Kantor Staf Presiden dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji akan bekerja sama untuk mengawal perkembangan pelaksanaan perdagangan karbon. Untuk itu, koordinasi terus dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, saat bertemu dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/10).

Seperti dikutip dari Antara, Moeldoko mengatakan KSP dan OJK akan mengawal dan menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal perdagangan karbon (carbon trading).

"KSP dan OJK sepakat mengawal dan menindaklanjuti lima arahan Presiden Jokowi, tentunya dengan koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta.

Ada lima poin dalam pengarahan dari Presiden Jokowi soal perdagangan karbon. Pertama, potensi karbon harus menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kedua, Presiden Jokowi meminta perdagangan karbon di Indonesia harus mengacu pada standar karbon internasional. Ketiga, Jokowi menekankan pentingnya memanfaatkan tekonologi untuk transaksi karbon yang efektif dan efisien.

Keempat, perlu menetapkan target dan jadwal, baik untuk pasar karbon dalam negeri maupun internasional. Sedangkan di poin kelima, Presiden Jokowi mengatakan perlu adanya pengaturan dan fasilitas pasar karbon sukarela sesuai dengan praktik internasional tanpa mengganggu pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Bergerak Cepat

Moeldoko mengapresiasi kolaborasi OJK dan kementerian/ lembaga nonkementerian terkait yang sudah bergerak cepat meluncurkan bursa karbon.

Ia berharap OJK sebagai otoritas keuangan yang menuangi perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank dapat meningkatkan pembiayaan kepada pelaku usaha yang bergerak dalam ekosistem energi dan ekonomi hijau seperti kendaraan listrik, Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Panas Bumi dan pengguna produk energi hijau lainnya.

"Ini penting untuk mendorong transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan," ujar dia.

Sementara itu, Siregar menyampaikan sejak perdagangan perdana bursa karbon hingga data 10 Oktober 2023, telah terjadi perdagangan karbon dalam bentuk Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) seri Indonesia Technology Based Solution sebanyak 459.967 ton CO2e, dengan total nilai 29,2 miliar rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.