Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumut Bertekad Maksimalkan Potensi Pariwisata Gunung

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 13:41 WIB | Oleh:
Sumut Bertekad Maksimalkan Potensi Pariwisata Gunung Doc: ANTARA /Irsan Mulyadi
Ket. Upacara HUT RI di Puncak Sibayak oleh puluhan Mahasiswa Pecinta Alam Sumatera Utara (Mapalasu), di Kabupaten Karo, Sumut, Sabtu (17/8/2022).

MEDAN -- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bertekad memaksimalkan potensi pariwisata gunung di daerah itu demi meningkatkan kunjungan turis, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Sumut memiliki banyak destinasi wisata gunung seperti Gunung Sibayak yang sangat digemari masyarakat," ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf)Sumut Zumri Sulthony kepada ANTARA di Medan, Senin.

Zumri melanjutkan, pengembangan wisata gunung itu sejalan dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang ingin mengembangkan potensi wisata gunung Indonesia.

Menurut dia, kebijakan Kemenparekraf itu menjadi peluang bagi Sumut agar peningkatan kualitas destinasi wisata gunung di wilayahnya semakin maksimal.

"Program Kemenparekraf itu menjadi kesempatan besar yang mesti dimanfaatkan Sumatera Utara," katanya.

Dia pun berharap kekayaan gunung di Sumut dapat menjadi salah satu fokus Kemenparekraf untuk ditingkatkan kualitas pariwisatanya lebih jauh.

Sebelumnya, saat agenda "Indonesia Mountain Tourism Conference" di Jakarta, 27 September 2023, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Vinsensius Jemadu menyatakan bahwa Indonesia memiliki ratusan gunung yang menjadi potensi wisata untuk dikembangkan.

Dari aspek ekonomi, Vinsensius mengatakan nilai ekonomi dari wisata gunung mencapai 150 juta dolar AS pada 2020.

"Kalau 2020 itu 150 juta dolar AS per tahun, kita proyeksi naik tiga kali lipat saat masa normal, di 2024. Karena kembali normalnya di 2024," kata dia.

Dengan potensi ini, Vinsensius mengajak kepada industri yang membuat paket wisata industri untuk menarik kunjungan wisatawan.

Dia juga mengingatkan kepada pengunjung untuk benar-benar menerapkan hal yang diperbolehkan dan dilarang di dalam kawasan wisata.

"Sambil melihat kembali aturan-aturan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang selama ini banyak dilanggar secara diam-diam," ujar Vinsensius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.