Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembuatan Kabut Asap Gunakan Eco Enzyme

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 05:21 WIB | Oleh:
Pembuatan Kabut Asap  Gunakan Eco Enzyme Doc: ANTARA/Nadia Putri Rahmani
Ket. Water mist menyemprotkan cairan eco enyzme di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (9/10/2023).

JAKARTA -Untuk menekan polusi sebanyak 28 gedung di Jakarta Pusat serentak menyemprotkan eco enzyme menggunakan generator bertekanan tinggi (water mistgenerator). "Kita memanfaatkan eco enzyme untuk mengatasi persoalan polusi Jakarta dengan mengombinasikan water mist," jelas Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, Senin (9/10).

Pemerintah Kota Jakarta Pusat bekerja sama dengan komunitas Eco Enzyme Nusantara untuk melaksanakan penyemprotan yang dilakukan secara serentak di 28 gedung bertingkat yang memiliki water mist, termasuk Kantor Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus).

Dhany menjelaskan eco enzyme merupakan salah satu media yang dapat berfungsi sebagai bioremediasi. Proses tersebut menggunakan organisme hidup berupa bakteri yang bertugas menangkap polutan di udara. Ketika disemprotkan, eco enzyme akan membentuk suatu senyawa yang tidak beracun dan tidak berbahaya.

"Jadi, semakin banyak mikrobakteri yang ditembakkan, maka akan berkembang biak dengan memakan polutan-polutan di udara," ujarnya. Dengan terlaksananya program penyemprotan, Dhany mengucapkan terima kasih kepada komunitas tersebut yang telah peduli terhadap sampah sekaligus kualitas udara Jakarta melalui pengelolaan eco enzyme.

Dalam kesempatan sama, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) 1 Eco Enzyme Nusantara, Juliana Ojong, menjelaskan mengenai kelebihan cairan tersebut. "Eco enzyme adalah cairan multiguna yang merupakan kumpulan kulit buah dan sayuran yang difermentasi selama tiga bulan dicampur dengan gula dan air," jelas Juliana.

Menurut Juliana, hasil fermentasi tersebut menghasilkan enzim yang dapat digunakan berbagai keperluan. Salah satunya membersihkan lantai. Juga bisa untuk digunakan sebagai antiseptik membersihkan luka hingga membersihkan polutan di udara.

Perbedaan penggunaan air biasa dengan eco enzyme untuk water mist, lanjut Juliana, adalah partikel enzim tersebut turut memberi manfaat unsur hara tanah. Ternyata saat disemprotkan di udara, tentu akan bercampur dengan lainnya. Partikel memecah menjadi oksigen yang luar biasa. "Lalu secara tidak langsung unsur hara tanah juga mendapat kebaikannya," ujarnya.

Juliana menyebut, penyemprotan kali ini merupakan simulasi kedua yang dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 13 Oktober sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Sedangkan simulasi pertama, telah dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 12 September di Balai Kota DKI Jakarta.

Uji Emisi

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Jakarta, Gembong Warsono, mendesak Pemerintah Provinsi Jakarta memperbanyak lokasi uji emisi gratis. Ini lebih perlu daripada memberlakukan kembali tilang uji emisi untuk menekan polusi udara.

"Saya mendukung uji emisi gratis dan titik gerainya diperbanyak," kata Gembong. Dia

Menuturkan, dalam kegiatan ini pemerintah tak bisa melakukannya sendiri lantaran perlu adanya dukungan dari swasta agar pelaksanaannyalancar.

Dia juga menilai kegiatan uji emisi tidak bisa berjalan efektif jika tak konsisten dilakukan. Terlebih, dia menyoroti program uji emisi yang sebenarnya sudah dilaksanakan beberapa tahun lalu, namun ketika ada persoalan, baru digalakkan.

"Soal konsistensi, sosialisasi dan pengawasan penting dilakukan pemerintah," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.