Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesalahan Navigasi Bisa Berakibat Fatal

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Kesalahan Navigasi  Bisa Berakibat Fatal Doc: AFP/ Asaad NIAZI

Sebuah karavan atau kafilah pada umumnya berupa iring-iringan 500 ekor unta. Namun beberapa kafilah tahunan bisa terdiri dari 12.000 ekor unta. Fafilah-kafilah ini ini biasanya melakukan perjalanan pada musim perjalanan terbaik yaitu musim dingin, tujuannya untuk menghindari panasnya matahari siang hari yang terik.

Kafilah biasanya berangkat saat fajar diiringi bunyi terompet dan gendang. Mereka lalu beristirahat di bawah naungan tenda pada tengah hari. Setelah sore tiba perjalanan perjalanan dilanjutkan hingga malam.

Perjalanan melintasi Sahara bisa memakan waktu setidaknya 40 hingga 60 hari, dan hal ini hanya dapat dilakukan dengan singgah di oasis di sepanjang perjalanan, namun bahkan dengan perhentian air ini, perjalanan tetap brutal dan berbahaya. Untuk mengantisipasi masalah, para penulis Arab abad pertengahan sangat teliti dalam memetakan rute-rute tersebut.

Improvisasi, pengambilan jalan pintas atau hilangnya oasis berikutnya akibat navigasi yang buruk atau badai pasir, kemungkinan besar akan membawa bencana. Ancaman yang dihadapi adalah bandit, ular berbisa, kalajengking, dan setan supernatural yang diyakini orang gurun berhantu di bagian tertentu Sahara.

Namun dari sekian masalah, yang paling besar adalah air. Seseorang membutuhkan minimal satu liter air sehari di gurun dalam kondisi optimal, namun hal ini hampir tidak dapat mencapai kelangsungan hidup karena konsumsi rata-rata sehari adalah 4,5 liter.

Untungnya, unta bisa tidak minum selama beberapa hari, meskipun ketika sampai di sumber air, mereka minum banyak sekali. Maka, batasan utama sebuah kafilah adalah seberapa banyak air yang dapat dibawanya dan seberapa cepat kafilah tersebut dapat mencapai sumber air berikutnya di sepanjang rute tersebut.

Selain penunggang unta dan budak untuk melakukan tugas-tugas dasar, dalam rombongan kafilah tersebut mungkin memiliki pejabat tertentu seperti juru tulis untuk mencatat transaksi, pemandu khusus untuk area tertentu dari rute tersebut, utusan, dan seorang imam untuk memimpin salat sehari-hari.

Yang terpenting dari semuanya adalah pemimpin kafilah, yang disebut khabir, yang menjalankan otoritas penuh dalam perjalanan. Seperti kebanyakan posisi kekuasaan, ada juga tanggung jawab yang berat, dan khabir bertanggung jawab atas segala kerugian dan kecelakaan. Sejarawan Fisher H J dalam buku Slavery in the History of Muslim Black Africa (2001) menjelaskan banyak kualitas yang dibutuhkan seorang khabir yang baik.

Pertama mengetahui tahu rute gurun dan tempat-tempat berair, dan dia bisa menemukan jalannya melalui bintang-bintang di malam hari, atau jika perlu, melalui aroma dan sentuhan pasir dan tumbuh-tumbuhan. Dia harus memahami peraturan kebersihan gurun yang benar, pengobatan terhadap sengatan kalajengking dan ular, cara menyembuhkan penyakit dan menyembuhkan patah tulang.

Selain bintang-bintang dan aroma pasir serta tumbuhan gurun, khabir menggunakan banyak indikator arah lainnya seperti ketinggian Matahari dan Bulan, letak tanah, pegunungan di cakrawala, bayangan Matahari, bukit pasir, arah angin, semburan pasir yang bertiup dari puncak bukit pasir. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.