Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Singapura Capai Level Tidak Sehat

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 14:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Singapura Capai Level Tidak Sehat Doc: CNA/Try Sutrisno Foo
Ket. Kapal di pelabuhan timur Singapura di lepas pantai East Coast Park. Pembacaan kualitas udara pada 7 Oktober 2023 berada pada kisaran tidak sehat.

SINGAPURA - Kualitas udara di beberapa wilayah Singapura mencapai level yang tidak sehat pada Sabtu (7/1). Badan lingkungan Hidup Singapura mengatakan angin membawa kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia ke negara kota itu.

Musim kemarau berkepanjangan telah meningkatkan risiko kebakaran hutan di pulau-pulau besar di Indonesia, memicu kekhawatiran akan terulangnya kebakaran yang mengakibatkan asap yang telah mempengaruhi kualitas udara di negara tetangga, Malaysia dan Singapura, dalam beberapa tahun terakhir.

Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) mengatakan, indeks standar polutan (PSI) tembus ke level tidak sehat yaitu 100 pada hari Sabtu (7/1), mencapai angka 111 di pinggiran timur dan 102 di pusat Singapura sebelum tengah hari.

Pada tingkat PSI antara 100 dan 200, warga Singpura disarankan untuk "mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dalam waktu lama", menurut pedoman NEA.

Meski demikian, warga masih terlihat jogging dan bersepeda di salah satu taman di sebelah timur kota tersebut.

Pada Jumat malam, badan tersebut mengatakan bahwa jumlah titik api di pulau Sumatra, Indonesia, telah melonjak menjadi 212, naik dari 65 pada hari Kamis dan 15 pada hari Rabu.

"Kepulan asap dan kabut teramati dari citra satelit di wilayah selatan dan tengah Sumatra. Pergeseran singkat arah angin… meniupkan sebagian kabut tipis ke arah Singapura dan menyebabkan penurunan kualitas udara," tambahnya.

Malaysia juga terkena dampaknya. Pejabat tinggi lingkungan hidup di negara tersebut pekan lalu menyalahkan kebakaran hutan di Indonesia sebagai penyebab kabut asap.

Namun Menteri Lingkungan Hidup Indonesia membantah adanya kabut asap lintas batas.

Kebakaran di Indonesia terjadi setiap tahun selama musim kemarau, namun ini adalah pertama kalinya sejak September 2019 kebakaran tersebut menyebabkan PSI mencapai tingkat tidak sehat di Singapura.

Kebakaran pada tahun 2015 termasuk yang paling mematikan dalam sejarah, menyelimuti Asia Tenggara dengan asap beracun selama berminggu-minggu.

Tahun itu, PSI Singapura melewati ambang batas 300 dan memasuki level yang dianggap "berbahaya".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.