Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Baik, Kemenkes Sebut Realisasi PMT Lokal Sudah 93,3 Persen

📅 Jumat, 06 Okt 2023, 10:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Baik, Kemenkes Sebut Realisasi PMT Lokal Sudah 93,3 Persen Doc: ANTARA/Syifa Yulinnas
Ket. Kepala Desa Pasi Pinang Abdul Salam (kiri) memberikan bantuan makanan tambahan kepada warganya yang terindikasi stunting di Desa Pasi Pinang, Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/7/2023).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan realisasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal per 25 September 2023 mencapai 93,3 persen dari 389 daerah yang mengikuti program tersebut.

"Dari 389 kabupaten/kota yang dapat (ikut dalam Program PMT, red.), sekitar 93 persen sudah mulai melaksanakan," ujar Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes Lovely Daisy di Jakarta, Jumat (6/10).

Ia mengatakanPMT lokal yang mulai dilaksanakan pada Mei 2023 tersebut, menyasar 6.325 puskesmas tersebar di 389 kabupaten dan kota.

Berdasarkan akumulasi puskesmas yang mendapatkan alokasi dana program ini, 70,4 persen sudah melaksanakan pemberian PMT lokal kepada masyarakat.

Ia mengatakan alokasi dana yang didapatkan setiap puskesmas berbeda-beda, tergantung jumlah sasaran masyarakat dalam cakupan wilayah kerja setiap puskesmas.

"Beragam, tergantung jumlah sasaran, ada yang Rp1 miliar, ada ratusan juta, setiap kabupaten/kota berbeda-beda alokasinya, sesuai dengan jumlah sasaran," katanya.

Daisy mengatakan pada tahun pertama penyelenggaraan PMT lokal ini, pemerintah telah mengalokasikan dana Rp1,2 triliun. Saat ini, sedang dilakukan pendampingan kepada setiap daerah yang melaksanakan program tersebut, supaya terjadi percepatan implementasi PMT.

Ia menjelaskanPMT berbahan pangan lokal, yakni pemberian makanan olahan menggunakan bahan pangan lokal yang tersedia di daerah tersebut, untuk meningkatkan status gizi pada sasaran yang pada akhirnya dapat menurunkan angka stunting dalam skala nasional.

Sasaran program ini, yakni balita dengan berat badan tidak naik, balita dengan berat badan kurang, balita gizi kurang, serta ibu hamil kurang energi kronis (KEK).

Kemenkes berharap, melalui Program PMT berbahan pangan lokal maka kebutuhan gizi balita di Indonesiadapat terpenuhi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.