Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menperin Dorong Percepatan Negosiasi I-EU CEPA saat Bertemu Mendag Prancis

📅 Kamis, 05 Okt 2023, 16:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menperin Dorong Percepatan Negosiasi I-EU CEPA saat Bertemu Mendag Prancis Doc: ANTARA/HO-Kementerian Perindustrian
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) berjabat tangan dengan Minister Delegate for Foreign Trade, Economic Attractiveness and French Nationals Abroad Oliver Becht (kanan) usai melakukan pertemuan di Paris, Prancis, Senin (2/10/2023).

JAKARTA - Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu Menteri Perdagangan Luar Negeri Prancis Oliver Becht untuk membahas progres perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), deforestasi, karbon, hingga peluang investasi.

Pertemuan yang berlangsung di sela rangkaian kunjungan kerja Menperin ke Prancis dan Jepang pada 2-6 Oktober 2023.

"Terkait I-EU CEPA, kami sampaikan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat penyelesaian perundingan yang sedang berlangsung, agar kedua pihak dapat segera memperoleh manfaat dari perjanjian tersebut," kata Menperin lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Sejak 2016, negosiasi kesepakatan I-EU CEPA telah berjalan sebanyak 15 putaran. Oleh karena itu, Menperin ingin mengetahui pendapat Pemerintah Prancis tentang poin-poin penting perjanjian tersebut, termasuk penyelesaian masalah-masalah yang tertunda.

Terkait deforestasi, Menperin mengatakan bahwa sebagai mitra, Indonesia menghendaki praktik-praktik berkelanjutan yang sudah ada dalam rantai pasok pertanian di negara-negara produsen komoditas untuk dapat diakui. Hal ini terkait dengan komoditas ekspor Indonesia yang dikirim ke Uni Eropa.

Agus menambahkan dalam dalam dua tahun terakhir, laju deforestasi di Indonesia pun mencapai titik terendah dalam sejarah, berkat berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah.

Angka tersebut pada tahun lalu turun sebesar 75 persen ke level terendah sejak pemantauan dimulai pada tahun 1990.

Oleh karena itu, Indonesia ingin terus bekerja sama dengan Prancis untuk memastikan upaya ini tetap efektif dan memberikan hasil yang bermanfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Menperin juga menjelaskan skema perdagangan kredit karbon pertama di Indonesia yang diluncurkan Presiden Jokowi pada minggu lalu. Program tersebut merupakan salah satu upaya Indonesia menuju net zero emission pada tahun 2060.

Skema ini dirancang untuk menjadi peluang ekonomi baru yang berkelanjutan, sesuai dengan arah gerak dunia menuju ekonomi ramah lingkungan.

"Sekali lagi, saya berharap Prancis dapat menjadi bagian dari perubahan kami menuju masa depan yang lebih berkelanjutan," jelas Agus.

Menperin juga mendorong Prancis untuk dapat berpartisipasi dalam pendalaman struktur industri melalui investasi yang ditujukan untuk mengisi pohon-pohon industri yang masih kosong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.