PM Srettha Bentuk Komite Reformasi
📅 Rabu, 04 Okt 2023, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/MANAN VATSYAYANA
BANGKOK -Perdana Menteri Thailand pada Selasa (3/10) meresmikan sebuah komite untuk meninjau amendemen konstitusi yang dirancang militer, namun mengesampingkan perubahan apa pun pada bagian-bagian yang kontroversial terkait dengan monarki.
Pemerintahan baru pimpinan PM Srettha Thavisin mulai menjabat pada Agustus lalu setelah berbulan-bulan perselisihan politik dan menjanjikan reformasi konstitusi menjelang pemilihan umum bulan Mei lalu.
Konstitusi yang berlaku saat ini dirancang pada tahun 2017 setelah kudeta militer tahun 2014 dan sangat menekankan kekuasaan pada pejabat yang tidak dipilih dan angkatan bersenjata.
Partai Pheu Thai yang dipimpin Srettha telah berjanji untuk mengadakan referendum mengenai perubahan konstitusi dan mengatakan kepada para pemilih bahwa konstitusi itu digunakan untuk memperpanjang kekuasaan junta saat itu.
"Kami mempunyai jangka waktu tiga hingga empat bulan, atau setidaknya sebelum tahun baru, untuk menyelesaikan referendum," kata Wakil PM Phumtham Wechayachai.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami tidak akan mengusik Bab I dan Bab II termasuk hak prerogatif kerajaan," kata Phumtham. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!