Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pegiat Pekarangan Pangan Lestari Dilatih Pembuatan Pupuk Organik

📅 Rabu, 04 Okt 2023, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pegiat Pekarangan Pangan Lestari Dilatih Pembuatan Pupuk Organik Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun
Ket. Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur memberi pelatihan para pegiat pekarangan pangan lestari (P2L) setempat untuk membuat pupuk atau nutrisi tanaman dari bahan-bahan organik di sekitar lingkungan rumah di kantor dinas setempat, Selasa (3/10/2023).

Madiun - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur memberi pelatihan pegiat pekarangan pangan lestari (P2L) setempat untuk membuat pupuk atau nutrisi tanaman dari bahan-bahan organik di sekitar lingkungan rumah.

Kepala DKPP Kota Madiun Totok Sugiarto mengatakan kegiatan pelatihan tersebut sebagai upaya mengoptimalkan peran pegiat P2L yang telah terbentuk di tiap kelurahan Kota Madiun untuk memanfaatkan pekarangan dengan tanaman pangan yang dibutuhkan.

"Kita berusaha untuk mengoptimalkan peranan P2L yang sudah kita bangun beberapa tahun ini. Diharapkan dari pertemuan ini ada umpan balik yang perlu dinas intervensi," ujar Totok di sela kegiatan pelatihan di kantor DKPP Kota Madiun, Selasa.

Dalam pelatihan tersebut, puluhan pegiat P2L dibekali keterampilan dan pengetahuan untuk membuat nutrisi tanaman dari bahan organik sekitar tempat tinggal, seperti kotoran hewan, biomassa daun dan buah, hingga sampah rumah tangga.

"Keberadaan pegiat P2L ini bisa untuk mencukupi pangan warga sekitar. Apalagi seperti saat ini sedang kemarau panjang, harga sayuran naik, bisa diatasi lewat P2L ini," kata dia.

Lebih dari itu, jika P2L bisa dirawat dan dimanfaatkan dengan baik, hasil sayur mayur dari pekarangan warga itu, selain untuk pemenuhan gizi juga bisa dijual dan mendatangkan pendapatan tambahan.

Saat ini, lanjutnya, ada 49 kelompok pegiat P2L yang tersebar di Kota Madiun. Maka dari itu keberadaannya perlu dioptimalkan. Sebab, P2L memiliki beragam manfaat, utamanya dalam pemenuhan dan ketahanan pangan.

"Prinsipnya kita berusaha untuk selalu mewadahi apa yang dibutuhkan masyarakat," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.