Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dampak Kebakaran Hutan, Kualitas Udara di Tapin Kalsel Sangat Buruk

📅 Rabu, 04 Okt 2023, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Kebakaran Hutan, Kualitas Udara di Tapin Kalsel Sangat Buruk Doc: ANTARA/Muhammad Fauzi Fadilah
Ket. Pelajar berjalan menyeberangi jalan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan saat kabut asap, Selasa (3/10/2023).

Rantau - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Nurdin mengungkapkan akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara di kabupaten setempat memburuk.

"Kualitas udara di Kabupaten Tapin saat ini sangat buruk," ungkapnya di Rantau, Selasa.

Nurdin mengungkapkan indeks kualitas udara ini memburuk akibat intensitas kabut asap yang terjadi beberapa hari terakhir.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan masker saat melakukan kegiatan atau aktivitas di luar rumah.

Terpisah, Pj Bupati Tapin Syarifuddin mengatakan akan melakukan rapat koordinasi terkait ancaman kabut asap tersebut. "Segera kita tindaklanjuti," ungkapnya.

Sementara itu, siang tadi anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan dari Tim Rescue Tapin (TRT) membagikan 2.000 masker kepada pelajar dan masyarakat umum sebagai tindakan awal.

"Pembagian masker ini merupakan langkah preventif dalam upaya pencegahan terjadinya gangguan kesehatan, salah satunya adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebabkan dari asap akibat karhutla," ungkap Kabid Kedaruratan BPBD Tapin Sofyan.

Sofyan mengungkapkan, karhutla yang berhasil dicatat dan ditangani BPBD Tapin dari Juni-Oktober yakni 107 kasus dengan dampak 303,5 hektare dan titik panas 2.602. Sedangkan, se-Kalimantan Selatan total dampak karhutla mencapai 1.503 kasus dengan luas dampak 4.418 hektaremeliputi hutan dan lahan.

Terkait data ISPA di Kabupaten Tapin, sebelum terjadi karhutla kasusnya sudah tinggi dimana usia balita paling banyak terserang ISPA.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Tapin Puji Winarta mengatakan tak ada peningkatan signifikan saat karhutla marak di Tapin pada Juni sampai sekarang.

"Signifikan kalau meningkat dua kali, dibanding sebelum ada karhutla," ungkapnya.

Apabila diklasifikasikan, angka kasus ISPA ini banyak menyerang balita, pada Januari (460 kasus), Februari (442 kasus), Maret (454 kasus), April (357 kasus), Mei (337 kasus), Juni (320 kasus), Juli (355 kasus) dan data terakhir Agustus (444 kasus).

Sedangkan untuk semua kelompok umur, totalnya ; Januari (1.323 kasus), Februari (1.220 kasus), Maret (1.195 kasus), April (1.116 kasus), Mei (1.323 kasus), Juni (1.036 kasus), Juli (1.139 kasus) dan Agustus (1.323 kasus).

"Kebanyakan menyerang kelompok umur balita," ungkap Puji.

Puji menjelaskan, faktor banyaknya kasus ISPA di Kabupaten Tapin ini bisa disebabkan infeksi virus, bakteri ataupun jamur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Baka...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.