Bali United Jamu Tim Malaysia
📅 Rabu, 04 Okt 2023, 12:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
GIANYAR - Lanjutan Piala AFC 2023/24 Grup F akan mempertemukan tuan rumah Bali United dan klub asal Malaysia, Terengganu FC, hari Rabu (4/10) ini. Laga digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Dalam laga tersebut, Bali United menekankan pentingnya suporter mematuhi aturan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) agar Bali tidak mendapatkan hukuman yang lebih berat. Tahun 2022 Bali United dihukum AFC harus membayar 460 juta rupiah karena kasus penonton menyalakanflare, bom asap, dan kembang api dalam pertandingan terakhir fase Grup G Piala AFC 2022 yang mempertemukan Bali United dan Kaya FC Iloilo di Wayan Dipta.
"Jadi, sekali lagi, aturan kompetisi AFC perlu ditaati. Mereka lebih ketat dari Liga Indonesia," kata Pelatih Kepala Bali United, Stefano Cugurra, saat sesi jumpa pers kemarin, jelang melawan Terengganu FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Di sisi lain, lanjut dia, aturan ketat juga bagus sebagai bagian pembelajaran untuk mendukung kemajuan sepak bola Indonesia yang juga tidak terlepas dari dukungan suporter. Manajemen sudah memberikan edukasi kepada perwakilan suporter terkait yang boleh dan tidak, dilakukan selama menonton pertandingan dalam stadion.
"Manajemen selalu memberikan edukasi. Tidak hanya di Bali United, tetapi semua manajemen Indonesia. Mereka mencoba memberikan edukasi kepada suporter," tambah pelatih asal Brazil itu. Cugurra pun mengajak suporter yang datang menonton laga Piala AFC 2023/2024 untuk tertib agar dapat menikmati pertandingan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laga Bali United melawan Terengganu FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (4/10) dimulai pukul 20.00 WITA. Namun, dari total 18.000 kapasitas tempat duduk stadion, hanya boleh diisi 25 persen.
Hal ini terkait hukuman Serdadu Tridatu dalam Piala AFC 2022 tadi. Bali mendapatkan hukuman dari AFC. Selanjutnya, AFC melarang membuka kapasitas 100 persen. Sebanyak 75 persen kapasitas akan kosong karena berdasarkan keputusan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etik AFC.
Bali juga didenda 30.000 dollar AS atau sekitar 460 juta rupiah, tapi sudah dibayar manajemen. Hukuman ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perilaku oknum suporter nakal tadi. Adapun hukuman pembatasan kapasitas penonton berlaku dalam satu kali pertandingan Piala AFC saat laga kandang.
Dengan demikian, setelah laga hari ini, di Stadion Kapten Dipta hukuman tersebut sudah tidak berlaku lagi. Namun, apabila kembali ditemukan pelanggaran, maka AFC dapat memberikan hukuman lagi kepada Bali United.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tentunya kami ingin main dalam kondisi stadion penuh karena ada suporter fanatik. Tapi kami juga tahu ada kesalahan musim lalu. Denda sudah dibayar," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!