Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Serangan Polisi Paling Mematikan di Brasil Bikin Lula Terjepit: Dukungan Publik Terbelah Tajam

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 21:00 WIB | Oleh:
Serangan Polisi Paling Mematikan di Brasil Bikin Lula Terjepit: Dukungan Publik Terbelah Tajam Doc: Reuters
Ket. Seorang pelayat mencium jenazah yang ditutupi, sehari setelah operasi mematikan yang dilakukan polisi terhadap perdagangan narkoba di sebuah favela di kompleks kumuh Penha, Rio de Janeiro, Brasil, 29 Oktober 2025

JAKARTA - Penggerebekan polisi paling mematikan dalam sejarah Brasil membuat Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menghadapi tekanan politik yang kuat dari berbagai arah. Kejadian ini menimbulkan perdebatan besar terkait keamanan publik dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Operasi yang terjadi di wilayah Rio de Janeiro itu menewaskan puluhan orang yang diduga merupakan anggota geng kriminal bersenjata. Namun, jumlah korban yang tinggi membuat masyarakat mempertanyakan apakah tindakan tersebut proporsional.

"Operasi ini merupakan bagian dari upaya memastikan keamanan masyarakat dari ancaman geng bersenjata," ujar pernyataan dari kepolisian Brasil.

Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia menilai polisi bertindak terlalu brutal dan tidak mengindahkan prosedur kemanusiaan. Mereka mendesak pemerintah melakukan investigasi transparan atas operasi tersebut.

"Polisi telah melampaui batas dan melakukan pembunuhan tanpa proses hukum yang jelas," kata seorang aktivis HAM di Rio de Janeiro.

Lula dihadapkan pada dilema besar karena dirinya naik ke tampuk kekuasaan dengan dukungan kuat dari kelompok progresif dan pegiat hak asasi manusia. Namun, Brasil juga tengah dilanda gelombang kekerasan geng yang menuntut pendekatan keamanan lebih keras.

Pemerintahannya harus menemukan titik keseimbangan antara menjaga dukungan politik dan memastikan keamanan publik. Kondisi ini membuat Lula berada di persimpangan sulit dalam menentukan kebijakan keamanan ke depan.

"Kami tidak bisa membiarkan geng kriminal menguasai kota-kota kami, dan langkah tegas diperlukan," ujar seorang pejabat pemerintah yang membela operasi tersebut.

Sementara itu, masyarakat menengah yang tinggal di daerah rawan kriminalitas sebagian besar mendukung tindakan kepolisian. Mereka merasa negara harus hadir lebih kuat untuk melindungi warga dari teror geng.

Namun, kritik internasional mulai mengalir karena tingkat kematian yang ekstrem dalam satu operasi dianggap tidak sesuai standar penegakan hukum modern. Brasil dipandang masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam reformasi kepolisian.

"Lula berada dalam posisi yang sangat sulit, karena keamanan publik adalah isu politik utama namun ia juga harus menjaga citra sebagai pemimpin yang peduli HAM," analisis seorang pengamat politik setempat.

Pertemuan darurat digelar di Brasilia untuk merespons situasi dan menangani reaksi sosial yang berpotensi mempengaruhi stabilitas politik. Pemerintah berusaha menenangkan semua pihak dengan berkomitmen mengevaluasi jalannya operasi.

Namun hingga kini, kepolisian tetap bersikeras bahwa tindakan mereka diperlukan untuk menggagalkan rencana besar jaringan kriminal. Mereka menilai operasi tersebut mencegah kejahatan berskala besar yang dapat menelan lebih banyak korban.

"Jika polisi tidak bergerak cepat, kejahatan akan semakin merajalela," ujar juru bicara kepolisian Brasil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.