Paus Fransiskus Akan Terbitkan Pembaruan Ensiklik Perubahan Iklim
📅 Selasa, 03 Okt 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STeks baru ini diperkirakan jauh lebih pendek dibandingkan tesis 2015, sementara formatnya, yang berupa nasihat apostolik dibandingkan ensiklik, kurang berpengaruh dalam teologi Katolik.
Ottmar Edenhofer, Kepala Institut Penelitian Dampak Iklim Potsdam dan penasihat Laudato Si, mengatakan hal tersebut tidak mungkin memberikan pengaruh yang sama.
Edenhofer mengatakan perubahan iklim merupakan isu nyata dalam Gereja Katolik, namun juga memicu perdebatan di kalangan komunitas ilmiah, dan menunjukkan bagaimana sains dan agama dapat bekerja sama.
Namun, meski Paus Fransiskus menjadikan perubahan iklim sebagai tema utama kepausannya, Edenhofer mengatakan pengaruhnya tidak sebesar itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Otoritas moral Gereja Katolik telah menurun secara signifikan dalam delapan tahun terakhir, dan salah satu alasannya adalah krisis pelecehan seksual," katanya.
Pada 2015, Paus Fransiskus baru menjabat selama dua tahun dan "dianggap sebagai salah satu pemimpin moral yang besar, pemimpin paling penting di seluruh dunia".
"Namun saat ini, dunia berada dalam krisis, Gereja berada dalam krisis, saya rasa hal ini tidak akan mempunyai dampak yang sebanding," kata Edenhofer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun dampak dari Laudato Si tetap ada, melalui komunitas global yang saling berbagi gagasan untuk bertindak, sementara Vatikan juga membentuk sebuah platform yang menawarkan panduan tentang apa yang dapat dilakukan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!