Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkes Budi Gunadi Sadikin Apresiasi BPJS dalam Mencakup 94,6 Persen Masyarakat Indonesia

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes Budi Gunadi Sadikin Apresiasi BPJS dalam Mencakup 94,6 Persen Masyarakat Indonesia Doc: ANTARA/Sean Muhamad
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan), bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (kedua kiri), dan Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ghufron Mukti dalam acara Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan yang diadakan di Jakarta, Senin (2/10).

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengapresiasi langkah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena telah mencakup 94,6 persen masyarakat Indonesia, untuk terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Sebagai Menkes, saya mengucapkan terima kasih. Sejak awal didirikan saya melihat BPJS luar biasa terbentuknya. Keuangan seperti apa, perkembangan, saya mesti akui luar biasa," kata Menkes dalam acara Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan yang diadakan di Jakarta, Senin (2/10).

Menkes Budi mengatakan upaya yang telah dilakukan BPJS Kesehatan turut membantu negara dalam menggapai Indonesia Emas 2045. Di mana BPJS Kesehatan telah menyediakan akses kesehatan yang mudah, berkualitas, dan murah.

Kesehatan yang baik, kata dia, berkaitan dengan syarat sebuah negara dapat menjadi negara maju, di mana setiap orang perlu menghasilkan pendapatan per kapita sebanyak 12.500 dolar AS per tahun, untuk dapat membawa Indonesia masuk ke dalam kelompok negara maju.

"Kenapa kesehatan penting?, karena untuk menciptakan orang yang berpenghasilan segitu itu butuh dua, pintar dan sehat. Kalau rakyat tidak pintar, tidak sehat, bahkan stunting tidak mungkin pendapatan 12.500 dolar AS per tahun," tegas Menkes Budi.

Menkes menilai sejumlah capaian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama BPJS Kesehatan turut membantahkan keraguan sejumlah pihak terkait berbagai usaha yang telah dilakukannya, mengingat sejumlah kelompok sempat meragukannya dengan dalih terlalu banyak berbicara soal biaya ketika menyangkut permasalahan jaminan kesehatan.

Menurut dia, jika tidak membiasakan berbicara soal biaya sejak awal, maka masyarakat akan terbiasa dengan pola kuratif atau penyembuhan, yang justru akan menyebabkan biaya JKN semakin membengkak.

"Fokus kita geser perlahan, dengan promotif dan preventif. Cek up, jangan mikir, karena kena stroke dan kanker mahal. Biayanya sekarang ada, tapi 10, 20 tahun lagi gak akan kuat (JKN)," tegas dia.

Menkes mengatakan upaya BPJS dalam mencakup peserta baru yang semakin bertambah juga dibantu dengan sejumlah upaya Kemenkes dalam penyempurnaannya. Salah satunya adalah dengan berupaya menyediakan alat mamografi sebagai langkah skrining pencegahan kanker payudara yang menurut Menkes, saat ini baru tersedia di bawah 400 unit di Indonesia.

"Kanker payudara kalau ketahuan sejak dini, 90 persen bisa sembuh. Saya tanya di Indonesia berapa yang meninggal akibat kanker payudara? 70 persen. Besar sekali karena telat deteksi," ungkap dia.

Oleh karena itu, Menkes menyatakan keberhasilan BPJS Kesehatan dalam menyelesaikan kebutuhan (demand) dalam layanan kesehatan juga harus diperkuat oleh Kemenkes dalam menyelesaikan pasokan atau suplai untuk layanan kesehatan.

"Akan ada waktunya masyarakat menuntut. Punya kartu, sudah bayar, tapi gak bisa berobat, akhirnya meninggal. Kita beresin itu, kerja sama dibuka lebih luas dengan Rumah Sakit dan klinik dengan pelayanan tingkat tinggi. Saya percaya 2030 nanti kita semua sehat dan bisa maju untuk melompat menjadi negara maju," tutur Menkes Budi Gunadi Sadikin. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Swiss Siap Menjadi Tuan Rum...

Warga Russia Dibatasi dalam Membeli Bahan Bakar Kendaraan

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Nasional
IABI: Gempa Magnitudo 6,7 d...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
Ekonomi
Pertamina Geothermal Energy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.