Indonesia Investment Forum 2023 Tawarkan Peluang Investasi Inggris Raya di Sektor Hijau dan Transformasi Digital Indonesia
📅 Senin, 02 Okt 2023, 17:20 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Dok KBRI London
LONDON - Demi membidik pengembangan investasi di sektor hijau, transformasi digital, dan perdagangan dan rantai pasok yang berkelanjutan, KBRI London bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London, akan selenggarakan Indonesia Investment Forum (IIF) 2023 di London pada 5 Oktober 2023.
IIF 2023 merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk menampilkan dan mempromosikan lanskap investasi Indonesia dan Investment Projects Ready to Offer (IPRO) Forum ini akan diperkaya dengan sesi business matching yang menampilkan proyek IPRO terpilih dari 11 sektor, termasuk energi terbarukan, kendaraan listrik, digital, infrastruktur dan transportasi, dan pariwisata.
IIF 2023 sekaligus merupakan pembuka dari rangkaian kegiatan Experience Indonesia yang terdiri dari pagelaran seni budaya dan pameran produk UMKM "Indonesian Night" pada tanggal 5 Oktober malam, serta Experience Indonesia Dublin, yang merupakan pagelaran seni budaya Indonesia di Irlandia pertama dalam 5 tahun terakhir.
Pada penyelenggaraan di tahun 2022, Experience Indonesia berhasil menarik 4.000 pengunjung dalam 3 hari dan menghasilkan kesepakatan kerja sama senilai lebih dari 75 juta dollar AS.
Dubes RI Desra Percaya harapkan IIF 2023 dapat dukung kerja sama investasi yang lebih erat antar kedua negara. "Terlebih mempertimbangkan nilai investasi Indonesia-Inggris yang terus mengalami kenaikan yang stabil, sejalan dengan posisi Indonesia yang signifikan di kancah perekonomian global," ucap dia seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Senin (2/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Tercatat investasi Inggris di Indonesia mencapai 822 juta dollar AS pada tahun 2022, dan merupakan investasi terbesar ke-10 di Indonesia.
Sekitar 20 orang telah dikonfirmasi hadir menjadi narasumber pada forum ini, termasuk tokoh penting kedua negara. Selaku pembicara utama adalah Nusrat Ghani MP, UK Minister of State (Minister for Investment Security Unit), bersama dengan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.
Sementara itu, Richard Graham MP, Utusan Perdagangan PM Inggris untuk Indonesia, Malaysia, Filipina dan ASEAN, akan berbicara mengenai prospek dan potensi kemitraan ekonomi Indonesia dan Inggris. Selain itu, jajaran panelis diisi oleh kalangan perbankan dan bisnis dari Indonesia, Inggris dan Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Acara ini turut didukung oleh Bank Mandiri, BNI, UK-ASEAN Business Council, British Chamber of Commerce Indonesia, ASEAN Business Partners, TheCityUK, Citigroup, Standard Chartered, KPMG, dan BP. I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!