Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berburu Air Kehidupan hingga Kaki Gunung

📅 Senin, 02 Okt 2023, 04:40 WIB | Oleh:
Berburu Air Kehidupan hingga Kaki Gunung Doc: ANTARA/HO-Dok Dedi Mulyadi
Ket. Warga Bekasi cari air bersih hingga ke kaki gunung di wilayah Karawang.

Air sebagai sumber hidup, ke mana pun berada akan dikejar. Itulah yang dilakukan orang saat musim kemarau panjang ini. Seorang warga Cibitung, Kabupaten Bekasi bernama Sudirja, mencari air bersih hingga ke kaki gunung wilayah Karawang Selatan, Kabupaten Karawang, menyusul terjadinya kelangkaan air bersih di daerahnya.

"Air bersih di rumah kosong, musim kemarau ini kekeringan," kata Sudirja, seorang warga Cibitung, yang mencari air bersih di sekitar kaki Gunung Cipaga, di Karawang, Sabtu. Dia datang ke area pegunungan di wilayah Karawang selatan untuk mencari air bersih, dengan membawa sekitar 16 galon untuk diisi.

Menurutnya, air bersih di sekitar rumahnya sedang susah, bahkan harus beli dengan harga 7 ribu hingga 10 ribu per galon. "Kualitas airnya juga beda. Jadi kalau airCipaga ini disimpan di rumah dua bulan tidak keruh, tidak berlumut. Sedangkan kalau air bersih beli dari isi ulang, sebentar saja disimpan langsung berubah kualitasnya," kata dia.

Ia menyebutkan, kekeringan mengakibatkan kelangkaan air bersih bukan hanya terjadi di daerahnya. Beberapa daerah lain di wilayah Kabupaten Bekasi juga mengalami kekeringan.

Sementara itu, saat tengah mengisi galon kosong dengan air dari mata air Gunung Cipaga yang mengalir di dekat jalan raya, Sudirja ditemui oleh politisi Dedi Mulyadi yang kebetulan saat itu sedang melintasi daerah tersebut.

Pada kesempatan itu, Dedi Mulyadi menyampaikan fenomena yang ditemukannya ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Artinya, jangan sampai kekayaan alam Gunung Cipaga rusak oleh keberadaan tambang yang masif.

Dedi meminta agar tak ada lagi penambangan di areal Gunung Sanggabuana yang salah satunya meliputi Gunung Cipaga di Karawang. Bencana kekeringan pada musim kemarau panjang, sebagai dampak dari fenomena El Nino, tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi. Kekeringan juga melanda empat kecamatan di wilayah Karawang.

Sesuai dengan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karawang, empat kecamatan yang dilanda kekeringan itu ialah Kecamatan Ciampel, Telukjambe Barat, Tegalwaru, dan Kecamatan Pangkalan. Di empat kecamatan itu terdapat 11 ribu lebih warga yang terdampak kekeringan. n Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Remake 'The Blair Witch Project' Dijadwalkan Rilis Tahun 2027

59 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.