Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendikbudristek Tekankan Kesesuaian Bacaan Anak

📅 Sabtu, 30 Sep 2023, 01:10 WIB | Oleh:
Kemendikbudristek Tekankan Kesesuaian Bacaan Anak Doc: istimewa
Ket. Kepala Pusat Perbukuan (Kapusbuk) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Supriyatno

JAKARTA - Kepala Pusat Perbukuan (Kapusbuk) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Supriyatno, menekankan pentingnya menyesuaikan buku bacaan dengan perkembangan anak. Pihaknya berkomitmen menyediakan buku bacaan nonteks atau buku cerita yang menarik sehingga membangkitkan kecintaan anak pada aktivitas membaca buku sejak dini.

"Sangat penting menyesuaikan buku dengan tingkat perkembangan anak yang membacanya," ujar Supriyatno, dalam acara Indonesia International Book Fair (IIBF) 2023 di ICE BSD, di Tangerang, Jumat (29/9).

Dia menerangkan, pihakhya telah menerbitkan sekitar 20 judul buku cerita atau buku nonteks untuk jenjang A (pembaca dini), B (pembaca awal), dan C (pembaca semenjana). Buku-buku tersebut telah melewati proses kurasi dan dalam penyusunannya juga telah melibatkan berbagai profesi, tidak hanya penulis, tetapi juga ilustrator, dan desainer buku.

"Sehingga tidak hanya teks, tetapi juga gambar-gambar yang menarik anak-anak untuk membacanya," jelasnya.

Panduan Perjenjangan

Supriyatno menjelaskan, buku-buku cerita itu dapat dibaca dan diunduh secara gratis melalui platform Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) melalui portal buku.kemdikbud.go.id. Selain buku cerita, SIBI juga menyediakan buku-buku teks pelajaran dari berbagai kurikulum, termasuk Kurikulum Merdeka yang memiliki tampilan yang menarik dilengkapi ilustrasi yang menggugah minat.

Dia memastikan, pihaknya akan terus berupaya membangun ekosistem perbukuan nasional yang sehat dan kuat, sehingga dapat menghadirkan buku-buku yang bermutu, murah, dan merata untuk meningkatkan literasi murid. Episode Merdeka Belajar ke-23 tentang Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi memiliki panduan perjenjangan buku yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan baca anak.

"Panduan ini terus disosialisasikan ke berbagai pemangku kepentingan. Sudah mulai diketahui dan digunakan penerbit sehingga mereka dapat menyesuaikan buku-buku terbitannya, serta juga terus disosialisasikan ke para guru dan orang tua," tandasnya.

Guru SD Negeri Karang Rahayu 01 Kabupaten Bekasi, Fenti Sanubari, mengatakan, buku-buku cerita nonteks terbitan Pusbuk Kemendikbudristek dapat memantik ketertarikan siswa belajar. Dia juga mendapatkan umpan balik positif dari orang tua murid sejak memanfaatkan buku-buku cerita atau buku nonteks pelajaran yang diterbitkan Pusbuk Kemendikbudristek.

"Mereka mengatakan sekarang anak saya jadi lebih ekspresif, lebih senang ngobrol dengan orang tua, dan lebih senang menyatakan perasaan mereka, sebelumnya kan mereka pendiam, susah berkomunikasi. Bahkan, ada yang mengatakan anak-anaknya jadi lebih sopan," terangnya.

Penulis dan Spesialis Literasi, Sofie Dewayani mengapresiasi upaya Kemendikbudristek dalam meningkatkan kapasitas guru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

59 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.