Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

5 Toko dan 1 Rumah Ludes Terbakar di Palmerah Jakbar

📅 Rabu, 27 Sep 2023, 11:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
5 Toko dan 1 Rumah Ludes Terbakar di Palmerah Jakbar Doc: ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakbar
Ket. Kebakaran terjadi di Jalan Kota Bambu Selatan Rt.01/04, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (26/9/2023) malam sekira pukul 23.10 WIB.

JAKARTA - Arus pendek listrik (korsleting) kembali mengakibatkan kebakaran di DKIJakarta dan pada Selasa (26/9) pukul 23.10 WIB melanda sebuah rumah berikut lima tokodi Jalan Kota Bambu Selatan RT 01/04, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.

"Dugaan penyebab 'korsleting' listrik," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syarifudin saat dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu (27/9).

Sebanyak 85 personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut. Pemadaman dimulai pukul 23.16 WIB.

Adapun objek yang terbakar adalah satu unit rumah tinggal dan lima toko. "Pengerahan akhir 18 unit kendaraan pemadam dan 85 personel," ungkapnya.

Terdapat lima keluarga dengan delapan jiwa terdampak kebakaran tersebut. Namun tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan.

"Tidak ada korban jiwa, tapi ada satu korban luka-luka di pergelangan kaki atas nama Abdul Kholik (62) dan sudah ditangani PMI (Palang Merah Indonesia)," katanya.

Syarifudin menyebutkan, kebakaran tersebut terjadi pada lahan seluas 800 meter persegi (m2) dengan kerugian mencapai Rp750 juta.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan90 persen kebakaran yang terjadi di wilayah Ibu Kota disebabkan arus pendek listrik.

"Yang pasti 90 persen karena 'korsleting' (hubungan arus pendek) listrik," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam giat pemantauan instalasi listrik di Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (21/9).

Dari Januari hingga September 2023 telah terjadi sekitar 1.000 kebakaran di wilayah DKI Jakarta. Tetapi pihaknya hanya menerima sekitar 400 laporan kebakaran.

"Dari Januari sampai dengan September (2023) saja, kalau data pemadam kebakaran itu di angka hampir seribu (kebakaran). Kalau di data BPBD 400," ujar Isnawa.

Perbedaan data tersebutdikarenakan BPBD DKI Jakarta tidak mendata kebakaran kecil yang juga diakibatkan oleh "korsleting". Selain itu, pihaknya juga fokus mendata kebakaran yang mengakibatkan korban pengungsi yang membutuhkan bantuan lanjutan.

"Kalau perbedaan data, mungkin kalau ada 'korsleting' sedikit (kebakaran kecil) di damkar sudah masuk angka satu. Kalau di kami kalau belum kejadian mungkin belum kita data, termasuk juga kalau BPBD kan berdasarkan ada data pengungsian, korban pengungsi," kataIsnawa.???????

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

45 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.