Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Mental, dari Depresi hingga Bunuh Diri
📅 Senin, 25 Sep 2023, 13:33 WIB | Oleh: Tim PenulisAda juga kemungkinan bahwa udara yang buruk dapat menyebabkan kabut otak atau brainfog. Otak yang berkabut memengaruhi cara berpikir seseorang sehingga ide bunuh diri bisa menjadi lebih mudah untuk dilakukan.
Selain aspek biologis, beban psikologis pun dapat mencuat ketika udara sangat tercemar.
Bayangkan jika kamu adalah seorang ibu tunggal dengan anak yang mengalami ISPA akibat udara kotor. Kamu harus menemani si buah hati berobat rutin ke dokter. Sementara, kamu harus bekerja, tidak memiliki asuransi kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari kian meningkat. Skenario ini berisiko membuat kamu tertekan sehingga mengalami situasi yang buruk.
Apa yang harus kita lakukan?
Sebaiknya Anda baca juga:
Kita telah memasuki masa krisis iklim yang mengerikan. Pemerintah sudah semestinya membuat regulasi yang lebih ketat terkait emisi dengan standar ketat. Mulai menerapkan di berbagai industri dan kendaraan motor. Menjalankan aturan dengan tegas, mulai dari inspeksi rutin dan denda bagi pelanggar.
Tanpa regulasi yang ketat, kondisi akan memburuk. Belum lagi jika pemerintah hanya membuat kebijakan tanpa berlandaskan data yang akurat.
Pemerintah dapat berembuk dengan para ilmuwan yang telah melakukan riset atau fokus terhadap isu ini. Sudah saatnya negara mengedepankan sains dalam merancang berbagai kebijakan, dan mengakui bahwa polusi udara dapat berdampak pada berbagai macam aspek kehidupan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal mendasar ini mungkin bisa menjadi secercah harapan untuk menemukan langkah yang tepat.
Lalu, bagaimana dengan masyarakat?
Penulis asal Kanada, Naomi Klein, dalam bukunya yang berjudul This Changes Everything: Capitalism vs. The Climate, mengatakan kapitalisme pasar bebas dan upaya kita untuk terus mengejar pertumbuhan ekonomi pada akhirnya membawa kita pada kondisi yang buruk seperti ini.
Naomi mengatakan gerakan massa dalam menghadapi krisis iklim akan menjadi harapan. Dia berpendapat, perubahan sebenarnya hanya akan datang jika ada tekanan dari bawah, dari rakyat biasa yang menuntut dan memilih untuk bertindak.
Klein berpendapat bahwa masyarakat perlu menghadapi kenyataan ini dengan kepala tegak dan bekerja untuk menciptakan solusi yang berarti. Langkah ini juga termasuk menagih janji pemerintah yang kerap memberikan solusi omong kosong untuk rakyatnya.
Saat dampak polusi udara mulai tampak pada kondisi fisik, pemerintah masih belum memberikan respons yang solutif. Lantas apakah pemerintah harus menunggu dampak mental masyarakat kian nyata?![]()
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!