Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Ajak Dunia Bersatu Hadapi Kenaikan Air Laut

📅 Sabtu, 23 Sep 2023, 00:01 WIB | Oleh:
RI Ajak Dunia Bersatu Hadapi Kenaikan Air Laut Doc: ISTIMEWA
Ket. RETNO MARSUDI Menteri Luar Negeri - Kenaikan air laut adalah ancaman nyata di depan mata kita yang mengancam survival (usaha untuk bertahan hidup) sehingga kita harus bersatu mengatasinya.

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, mengatakan Indonesia menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk bersatu dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan air laut.

Seruan itu disampaikan Menlu Retno, pada Kamis (21/9), dalam kegiatan breakfast summit di sela-sela Sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York, dan diselenggarakan bersama oleh Tuvalu, Palau, Kepulauan Marshall, dan Pusat Mobilitas Iklim Global PBB.

"Kenaikan air laut adalah ancaman nyata di depan mata kita yang mengancam survival (usaha untuk bertahan hidup) sehingga kita harus bersatu mengatasinya," kata Menlu Retno ketika menyampaikan keterangan pers secara daring melalui YouTube Kemlu RI.

Seperti dikutip dari Antara, Menlu Retno mengatakan sebagai negara kepulauan yang juga rentan terhadap dampak permukaan kenaikan air laut akibat perubahan iklim, Indonesia menyerukan tiga aksi nyata yang dapat dilakukan negara-negara guna merespons ancaman tersebut.

Pertama, Menlu Retno mengajak negara-negara untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan dan mitigasi dengan mengurangi emisi serta memperlambat laju perubahan iklim.

"Meskipun jika pemanasan global dibatasi hingga 1,5 derajat Celsius, ini tidak akan bisa menahan naiknya permukaan air laut," kata dia, mengingatkan.

Kedua, Menlu Retno menegaskan pentingnya untuk memastikan negara-negara pantai dan para nelayan memiliki ketahanan dalam menghadapi dampak perubahan iklim ini, khususnya untuk melindungi kehidupan mereka.

Siap Berkolaborasi

Dalam hal ini, tambah Retno, Indonesia menyatakan siap berkolaborasi untuk melakukan berbagai upaya adaptasi khususnya dalam bidang pembiayaan inovatif (innovative financing), pengembangan kapasitas, dan bantuan teknis.

Ketiga, Retno menekankan pentingnya upaya menjaga keutuhan wilayah, karena jika tidak ditangani dengan baik maka isu kenaikan permukaan air laut bisa berdampak juga pada isu dieliminasi perbatasan maritim.

Bahkan, Menlu Retno mengingatkan di masa yang akan datang isu ini dapat menciptakan ketidakpastian dan konflik. "Karena itu, kita perlu terus mendorong digunakannya pendekatan hukum internasional untuk menjaga kedaulatan negara, menjaga hak-hak dan mata pencaharian," tutur Retno.

Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), saat ini permukaan air laut dunia sudah naik 20 sentimeter dibandingkan baseline tahun 1900. Pada 2100, kenaikan permukaan air laut diperkirakan bisa mencapai 1 meter jika emisi CO2 masih tetap tinggi.

Kenaikan air laut ini akan mengakibatkan hilangnya ekosistem pesisir, salinasi (penggaraman air tanah), juga rusaknya infrastruktur pesisir. IPCC juga memperkirakan pada 2050, sebanyak satu miliar orang akan terpapar dampak kenaikan permukaan air laut.

Oleh karena itu, dalam Summit on Addressing the Existential Threats Posed By Sea-Level Rise tersebut, Menlu Retno mengajak negara-negara pulau dan kepulauan menyuarakan kepentingannya dan menunjukkan keberadaan mereka kepada dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.