Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Serukan Negara-negara di Dunia untuk Kerja Sama Hadapi Kenaikan Permukaan Air Laut

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 13:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Serukan Negara-negara di Dunia untuk Kerja Sama Hadapi Kenaikan Permukaan Air Laut Doc: antarafoto
Ket. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi di Sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York, dan diselenggarakan bersama oleh Tuvalu, Palau, Kepulauan Marshall, dan Pusat Mobilitas Iklim Global PBB.

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk bersatu menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan air laut.

Seruan itu dia sampaikan pada Kamis (21/9) dalam kegiatan breakfast summit di sela-sela Sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York, dan diselenggarakan bersama oleh Tuvalu, Palau, Kepulauan Marshall, dan Pusat Mobilitas Iklim Global PBB.

"Kenaikan air laut adalah ancaman nyata di depan mata kita yang mengancam survival (usaha untuk bertahan hidup) sehingga kita harus bersatu mengatasinya," kata Retno ketika menyampaikan keterangan pers secara daring melalui YouTube Kemlu RI.

Sebagai negara kepulauan yang juga rentan terhadap dampak permukaan kenaikan air laut akibat perubahan iklim, Indonesia menyerukan tiga aksi nyata yang dapat dilakukan negara-negara guna merespons ancaman tersebut.

Pertama, Menlu Retno mengajak negara-negara untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan dan mitigasi dengan mengurangi emisi serta memperlambat laju perubahan iklim.

"Meskipun jika pemanasan global dibatasi hingga 1,5 derajat Celcius, ini tidak akan bisa menahan naiknya permukaan air laut," kata dia, mengingatkan.

Kedua, dia menegaskan pentingnya untuk memastikan negara-negara pantai dan para nelayan memiliki ketahanan dalam menghadapi dampak perubahan iklim ini, khususnya untuk melindungi kehidupan mereka.

Dalam hal ini, Indonesia menyatakan siap berkolaborasi untuk melakukan berbagai upaya adaptasi khususnya dalam bidang pembiayaan inovatif (innovative financing), pengembangan kapasitas, dan bantuan teknis.

Ketiga, Retno menekankan pentingnya upaya menjaga keutuhan wilayah, karena jika tidak ditangani dengan baik maka isu kenaikan permukaan air laut bisa berdampak juga pada isu dieliminasi perbatasan maritim.

Bahkan, ia mengingatkan, bahwa di masa yang akan datang isu ini dapat menciptakan ketidakpastian dan konflik.

"Karena itu, kita perlu terus mendorong digunakannya pendekatan hukum internasional untuk menjaga kedaulatan negara, menjaga hak-hak dan mata pencaharian," tutur Retno.

Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), saat ini permukaan air laut dunia sudah naik 20 sentimeter dibandingkan baseline tahun 1900. Pada 2100, kenaikan permukaan air laut diperkirakan bisa mencapai 1 meter jika emisi CO2 msh tetap tinggi.

Kenaikan air laut ini akan mengakibatkan hilangnya ekosistem pesisir, salinasi (penggaraman air tanah), juga rusaknya infrastruktur pesisir.

IPCC juga memperkirakan bahwa pada 2050, sebanyak 1 miliar orang akan terpapar dampak kenaikan permukaan air laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.