Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uang Kertas Jadi Alternatif Uang Koin

📅 Kamis, 21 Sep 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Uang Kertas Jadi Alternatif Uang Koin Doc: Wikimedia

Seiring dengan peningkatan perdagangan, sistem barter atau pertukaran suatu bahan dengan bahan lainnya, digantikan oleh sistem dimana satu komoditas tertentu menjadi bentuk pembayaran yang umum. Di Tiongkok, gulungan sutra atau emas batangan dapat digunakan untuk membayar jenis barang lainnya.

Untuk pertukaran yang lebih kecil, koin logam digunakan. Ketika perdagangan dan jumlah orang yang terlibat di dalamnya semakin besar, metode pembayaran yang lebih nyaman pun dicari.

Masalah lain dengan mata uang adalah banyaknya jumlah tembaga yang dibutuhkan untuk menghasilkan koin yang cukup untuk kebutuhan perekonomian. Kurangnya logam tersebut membuat kertas menjadi pilihannya.

Uang kertas pertama kali muncul pada masa Dinasti Tang (yang berkuasa antara 618 hingga 907 masehi). Perkembangan tersebut bermula dari para pedagang teh yang mengandalkan dokumen perdagangan dari kertas. Mereka sangat berhati-hati dalam membawa batangan berharga ke dan dari kas negara sehingga lebih memilih menggunakan kuitansi. Dokumen-dokumen kertas ini memungkinkan pedagang untuk melakukan atau menagih pembayarannya di kas daerah mana pun sehingga dikenal sebagai "uang terbang".

Untuk transaksi yang lebih besar, para pedagang masih lebih menyukai uang perak batangan yang lebih aman. Namun karena idenya bagus, uang kertas kembali populer pada abad ke-11 dan ke-12 M. Pada abad ke-11 M di Provinsi Szechwan, penggunaan koin besi berat mengharuskan orang kaya untuk meninggalkan uang mereka di tempat penyimpanan negara yang lebih aman.

Sekitar 1023 M, untuk menunjukkan jumlah uang yang mereka simpan, masyarakat diberikan sertifikat kertas oleh pemerintah Dinasti Song (memerintah dari 960 hingga 1279 M). Sertifikat ini juga dapat digunakan dalam transaksi alih-alih memindahkan koin secara fisik.

Pada abad ke-12 M, para pedagang di tempat lain di Tiongkok kembali menggunakan kuitansi kertas yang lebih nyaman untuk bertransaksi dibandingkan dengan kantong koin yang berat. Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan perkembangan uang kertas sekitar tahun 1120 M ketika pemerintah Tiongkok memonopoli penerbitan uang kertas. Dari sini penciptaan uang kertas pertama di dunia terjadi.

Pada 1260 M, uang kertas telah menjadi apa yang sekarang disebut sebagai uang kertas asli. Uang tersebut dapat disimpan selama yang diinginkan, digunakan di seluruh negeri untuk melakukan pembelian, dan diubah menjadi emas atau perak kapan saja. Pedagang dan penjelajah Venesia, Marco Polo, memberikan salah satu catatan paling awal tentang uang kertas Tiongkok setelah perjalanannya di Asia pada abad ke-13 M. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.