4 Langkah Percepat Pemulihan dari ‘Learning Loss’ Pascapandemi
📅 Selasa, 19 Sep 2023, 14:04 WIB | Oleh: Tim PenulisPembelajaran berdiferensiasi memberikan kesempatan bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda berdasarkan asesmen diagnostik. Asesmen diagnostik adalah asesmen awal yang dilakukan guru untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan dan kelemahan peserta didik.
Sebagai contoh, di salah satu sekolah yang kami observasi, guru mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan dasar literasinya. Guru menggunakan kartu gambar dan huruf (gambar apel dan huruf A) untuk anak-anak yang belum mengenal huruf. Sementara untuk anak-anak yang sudah mengenal kata, guru memberikan mereka potongan kata agar anak bisa menyusun kalimat. Terakhir, untuk anak-anak yang sudah mampu membaca, guru menggunakan buku cerita bergambar dan meminta anak untuk menjawab pertanyaan dari cerita tersebut.
Pembelajaran berdiferensiasi bukan untuk membedakan siswa, namun memberikan peluang bagi guru untuk menyesuaikan instruksi pembelajaran, tugas, serta media belajar. Pendekatan ini memungkinkan siswa mendapatkan kesempatan belajar yang sama untuk terus berkembang sesuai potensinya.
3. Partisipasi aktif guru
Sebaiknya Anda baca juga:
Kami juga menemukan bahwa guru yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengembangan kompetensi selama pandemi memiliki siswa dengan pemulihan pembelajaran yang lebih cepat (setara 3 bulan) dibandingkan dengan guru yang tidak mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi.
Sayangnya, studi kami yang lain menemukan bahwa partisipasi guru di kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), yaitu kelompok kegiatan profesional bagi guru SD/MI yang masih berada dalam satu gugus/kecamatan, cenderung menurun selama pandemi akibat pembatasan wilayah dan penutupan sekolah.
Oleh sebab itu, penting bagi pemangku kepentingan, baik di daerah maupun nasional, untuk bisa memastikan semua guru, khususnya yang selama ini memiliki kesempatan lebih terbatas, mengembangkan kapasitas profesionalnya baik secara tatap muka di KKG maupun kegiatan pelatihan daring.
Sebaiknya Anda baca juga:
4. Dukungan pemangku kepentingan
Selain faktor guru, kepemimpinan kepala sekolah serta dukungan pemerintah menjadi faktor kunci pemulihan pembelajaran.
Kepala sekolah yang aktif melakukan pendampingan secara berkala kepada guru cenderung memiliki siswa dengan pemulihan pembelajaran yang lebih cepat setara dengan 5 bulan pembelajaran. Demikian juga kepala sekolah yang selama pandemi memiliki program khusus untuk memulihkan proses pembelajaran, pemulihan pembelajarannya menjadi 3 bulan lebih cepat.
Di sisi lain, bantuan dari pemerintah baik secara materiil maupun dukungan teknis untuk menunjang pembelajaran jarak jauh penting dalam mendorong kepala sekolah dan guru menjalankan tugasnya di sekolah. Sekolah yang di masa pandemi mendapatkan bantuan pemerintah dalam bentuk kuota internet, komputer, atau insentif uang untuk melakukan pembelajaran luring di titik kumpul, memiliki siswa dengan pemulihan pembelajaran yang lebih cepat 3 bulan dibandingkan yang tidak.
Di Bima, Nusa Tenggara Barat, contohnya, guru-guru di salah satu SD mengaku mendapat bantuan berupa kuota internet dan insentif transportasi untuk melakukan pembelajaran luring di titik kumpul. Bantuan ini memudahkan mereka dalam melaksanakan kelas daring maupun tatap muka. Selain itu, bantuan juga membantu siswa mengakses materi pelajaran dan sumber bacaan tambahan dengan lebih mudah dan belajar secara mandiri.
Namun, guru SD lain di daerah yang sama, mengatakan tak menerima bantuan kuota sama sekali dan hanya terhenti pada tahap registrasi nomor telepon. Hal ini sangat menyulitkan mereka dalam mendistribusikan materi, sehingga banyak siswa kehilangan akses pembelajaran selama pandemi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!