4 Langkah Percepat Pemulihan dari ‘Learning Loss’ Pascapandemi
📅 Selasa, 19 Sep 2023, 14:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Arief Akbar
George Adam Sukoco, Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI); Anisah H. Zulfa, Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI); Rasita Ekawati Purba, Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), dan Senza Arsendy, The University of Melbourne
Sejak pandemi kemarin, kita sering mendengar istilah learning loss atau menurunnya pengetahuan dan keterampilan siswa secara akademis. Artikel kami sebelumnya, telah membahas potensi pemulihan dari learning loss tersebut.
Menariknya, beberapa sekolah serta siswa bisa pulih dari learning loss lebih cepat dibandingkan yang lain.
Apa saja faktor-faktor yang mempercepat pemulihan tersebut?
1. Penyesuaian kurikulum
Sebaiknya Anda baca juga:
Literatur menunjukkan bahwa kurikulum di negara berkembang cenderung memiliki target pembelajaran yang ambisius. Indonesia, contohnya, memiliki target kurikulum yang tidak saja banyak tetapi juga cenderung lebih tinggi dibandingkan target-target internasional.
Di Kurikulum 2013, menghitung penjumlahan bilangan hingga 99 merupakan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa Kelas 1. Namun, menurut Global Proficiency Framework Sustainable Development Goals(GPF SDG), kemampuan ini seharusnya dikuasai oleh siswa Kelas 2. GPF SDG menggambarkan tingkat kemahiran minimum membaca dan matematika di tingkat global yang diharapkan dikuasai siswa kelas satu sampai kelas sembilan.
Contoh lainnya, menentukan hubungan antarunit pengukuran terstandarisasi (misalnya, kg, g, m, dan cm) adalah kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa Kelas 3 dalam Kurikulum 2013, tetapi ini diharapkan dikuasai oleh siswa Kelas 6 di dalam GPF SDG.
Sebaiknya Anda baca juga:
Studi kami menunjukkan bahwa siswa yang gurunya melakukan penyesuaian kurikulum selama masa pandemi mengalami pemulihan hasil belajar 4 bulan lebih cepat dibandingkan dengan siswa yang gurunya tidak melakukan penyesuaian kurikulum.
Penyesuaian kurikulum yang dilakukan guru umumnya berfokus pada kemampuan dasar literasi dan numerasi. Kemampuan dasar ini adalah prasyarat siswa untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang lebih kompleks di jenjang berikutnya. Misalnya, untuk kemampuan literasi, guru fokus mengajarkan anak tentang bunyi huruf, pengenalan huruf, suku kata, dan kata sebagai modal awal siswa untuk bisa lancar membaca.
Adaptasi pembelajaran ini dilakukan oleh guru baik secara mandiri atau mengacu pada kurikulum darurat, yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan, yang sudah disediakan oleh pemerintah.
Idealnya, target kurikulum memang ditentukan berdasarkan evaluasi terhadap perkembangan kognitif dan kemampuan belajar siswa, sehingga siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
2. Melakukan adaptasi pembelajaran
Selain penyesuaian kurikulum, pembelajaran berdiferensiasi juga terbukti mempercepat pemulihan pembelajaran yang setara dengan 2-3 bulan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!