Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Segudang Nama untuk Menyebut India

📅 Senin, 18 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Segudang Nama untuk Menyebut India Doc: afp/ SANJAY KANOJIA

Pemerintah India secara resmi mengganti nama negara itu menjadi Bharat, sebuah nama yang bersifat lokal. Selain nama itu, India dan Bharat ini menyandang banyak nama yang hampir semuanya berasal dari masyarakat di luar negara itu.

Gelombang pertama manusia tiba di India sekitar 55.000 tahun yang lalu melalui jalur migrasi paling awal. Kehadiran mereka yang terus-menerus dan migrasi berulang-ulang dari daerah-daerah yang berdekatan menghasilkan populasi yang beragam secara genetik dan berkembangnya peradaban unik di daerah aliran Sungai Indus dan daerah-daerah sekitarnya yang dimulai sekitar 9.000 tahun yang lalu.

Hal ini secara bertahap mengarah pada terbentuknya dua peradaban unik. Pertama, peradaban Lembah Indus dan peradaban Sindhu-Saraswathi antara milenium keempat dan ketiga SM. Meskipun yang pertama menghilang dalam catatan sejarah dunia karena iklim dan masalah lainnya, yang terakhir menyebar ke arah timur dan selatan ke Lembah Gangga dan dari sana ke arah timur dan selatan sekitar tahun 2.000 SM.

Peradaban Veda yang berkembang menjadi aspek penentu India selama beberapa abad dan aspek inti agama Hindu masa kini. Pada abad ke-12 SM, peradaban Veda berkembang pesat di beberapa wilayah India seiring dengan harmonisasinya dengan tradisi dan budaya lain yang kini menjadi bagian integral dari agama Hindu.

Pada abad kelima SM, India menyaksikan munculnya kerajaan besar dan dinasti terkemuka seperti Nanda dan Maurya. Selain itu muncul sistem kepercayaan dan filosofi alternatif seperti materialisme Lokayata, Vaisheshika, dan Samkhya, fatalisme Ajivika, Jainisme, Buddha, dan beberapa aliran pemikiran lain yang membantah keyakinan dan doktrin dasar Veda.

Meskipun kontak dengan India terbatas, pada saat itu karena hambatan geografis yang mengisolasinya dari semua sisi, India dikenal di dunia luar dengan nama yang berbeda. Menariknya, semua nama yang dikenal saat ini, kecuali satu, berasal dari luar negeri.

"Di sini kami sajikan daftar nama negara yang dikenal masyarakat di masa lalu dan bagaimana nama India muncul," tulis laman hinduwebsite.com.

Sindhu/Hindu

Pada zaman dahulu India dikenal oleh masyarakat Persia, Yunani, dan sekitarnya sebagai Hindu atau Sindhu. Penganut Zoroaster menyebut India barat laut, negeri tujuh sungai (Sapta Sindhu).

Pada abad keenam SM, raja Persia, Darius, menaklukkan tiga provinsi di wilayah Lembah Indus, Gandara, Hidush, dan Sattagydia, serta memasukkan mereka ke dalam kerajaannya. Nama-nama tersebut muncul di prasasti Achaemenid.

Nama Hidush merupakan varian dari Hidush atau Sindhu karena bentuk sengau 'n' tidak terdengar dalam bahasa Persia kuno, dan dalam bahasa proto-Iran huruf 's' berbunyi 'h.' Bukti arkeologi menunjukkan bahwa tentara dari Provinsi Hidush berperang atas nama raja-raja Persia pada masa Xerxes dan Darius.

Jambudvipa

Bagi umat Buddha, India adalah tanah kelahiran Sang Buddha. Mereka menyebutnya Jambudvipa, yang secara harfiah berarti negeri pohon Jambu (mawar). Nama tersebut juga muncul dalam Purana Hindu seperti Purana Markendeya dan Brahmanda.

Dalam teks Hindu dan Buddha, bana ini adalah benua terdalam dari tujuh benua yang mengelilingi Gunung Meru suci tempat mengalirnya sungai suci Jambu. Menurut teks Buddha, Jambudvipa adalah satu-satunya tempat di mana makhluk mempunyai kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dharma dan mencapai pencerahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.